oleh

Panggil ‘Sayang’ Berujung Petaka

SUMEKS.CO- MUARA DUA- Entah apa yang merasuki ATS (33), pemilik warung Lesehan Empat putri di Perkantoram Pemkab OKU Selatan Kecamatan Muaradua.

Diduga akibat cemburu, dirinya nekat membacok pengunjung warungnya, AK (60) dengan menggunakan sebilah parang dan bersimbah darah hingga tewas.

Dari penelusuran Harian OKU Selatan (HOS) peristiwa yang terjadi didepan kantor BPKAD OKU Selatan tersebut berawal dari korban yang berprofesi sebagai salah satu anggota Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) di OKU tersebut mampir ke RM milik pelaku.

Siang itu korban tidak sendirian, namun ditemani dua rekannya untuk santap siang. Yeni, pegawai RM Lesehan Empat Putri, saat dibincangi wartawan koran ini setelah kejadian menyebutkan dirinya tidak mengetahui persis waktu kejadiannya.

“Pas lagi kejadian aku lagi idak disini. Pas aku datang sudah kejadian, ibuk sini sudah nangis-nangis. Astagfiruloh-astagfiruloh, sudah rame disini,” ujar Yeni

Dikatakan oleh Yeni, korban sendiri sempat bertanya-tanya ada makanan apa saja.

”Lalu aku jawab, ado ayam goreng, ayam bakar, sate dan laen-laen. Sudah itu mereka duduk dan terus makan,” jelas Yeni

Setelah itu kata yeni, dirinya tidak mengetahui lagi apa yang terjadi, karena dirinya pergi ke belakang, kemudian terjadilah peristiwa tersebut. ”Dak tau kejadiannyo cakmano, karno aku di belakang,” tuturnya.

Selepas kejadian, terangnya, pelaku langsung masuk lagi ke dapur rumahnya, sedangkan korban yang luka berlari ke pos Pol PP Kantor BPKAD OKUS. Kemudian mendapat pertolongan warga dan anggota perkantoran

“Warung ini, baru dibukak sekitar dua bulan. Bapak ini wong Rantau Panjang. Sudah nikah dengan ibuk sekiar tigo bulan lalu,” jelas Yeni.

Sementara itu Kasat Reskrim Polres OKU Selatan, AKP Apromico dilokasi TKP mengatakan pihaknya saat ini masih terus melakukan pendalam terhadap kasus tersebut. “Sementara ini, motif kejadian karena adanya salah paham,” terangnya.

Sejauh ini, jelasnya dari beberapa informasi dan juga laporan sementara dari pihak kepolisian jika kejadian ini dilatar belakangi kecemburuan tersangka tesangka yang pada siang itu baru pulang dari kebun dan langsung masuk dari samping rumah.

Saat itu, ucapnya tersangka cemburu karena mendengar korban mengeluarkan omongan menggoda pada istri pelaku. ”Adek sayang berapo galonyo”.

Atas ucapan itu, sambungnya seketika itu juga membuat telinga tersangka panas dan membacok korban

“Untuk kasus ini pihak Kepolisian masih melakukan pendalaman-pendalaman dengan menggali keterangan-keterangan saksi. Sedangkan untuk TSK sudah kita amankan, berikut alat bukti berupa sebilah parang,” tuturnya. (ant/okuselatan/hos/dd)

 

Komentar

Berita Lainnya