oleh

Pangkas Subsidi Listrik, Perbarui Dulu Data Acuan

MEMBACA dokumen Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal 2022, tertulis bahwa skema subsidi listrik akan diubah. Disesuaikan dengan data terpadu kesejahteraan sosial (DTKS). Artinya, ada konsekuensi pengurangan pelanggan listrik rumah tangga yang mendapatkan subsidi.

Dari hitung-hitungan pemerintah, jumlah penerima subsidi untuk pelanggan dengan daya 900 volt ampere (VA) mulai dikurangi. Hanya mereka yang masuk DTKS. Untuk pelanggan 450 VA, semua masih mendapat subsidi.

Ke depan, pemerintah mempertimbangkan mencabut subsidi untuk sebagian pelanggan listrik rumah tangga berdaya 450 VA. Selama ini, total terdapat 24,5 juta pelanggan berdaya 450 VA. Dari jumlah tersebut, yang mendapat subsidi hanya 9,3 juta pelanggan yang tercatat di DTKS. Atau 37,96 persen dari total pelanggan rumah tangga 450 VA. Dengan demikian, 15,2 juta pelanggan (62,04 persen) pelanggan 450 VA lainnya sangat mungkin subsidi listriknya bakal dicabut.

Persoalannya, yang menjadi acuan adalah DTKS 2019. Ketika melakukan perubahan kebijakan, seharusnya pemerintah menggunakan data yang lebih aktual. Misalnya, data 2020 atau ketika terjadi pandemi Covid-19.

Selama wabah global ini, banyak masyarakat yang kena PHK (pemutusan hubungan kerja). Pendapatannya berkurang. Pekerja sektor informal juga terpukul. Jadi, jangan terburu-buru memangkas subsidi. Ketika data belum diperbarui, akan ada potensi deviasi antara yang berhak menerima dan tidak menerima. Barangkali jumlah masyarakat yang berhak mendapat subsidi justru lebih banyak dari data acuan itu.

Ketika hendak mengubah kebijakan, pemerintah harus mengedepankan prinsip melindungi rakyat. Subsidi listrik relatif sudah mengalami penurunan sejak 2016. Saat itu, subsidi listrik 59,08 persen dari total subsidi energi anggaran pendapatan belanja negara (APBN) 2016, yakni Rp 63,1 triliun.

Tahun lalu nominalnya turun menjadi Rp 61,10 triliun. Untuk 2021, nominalnya lebih rendah dengan Rp 53,59 triliun, tetapi masih mendominasi atau 48,49 persen dari total subsidi energi. Artinya, subsidi listrik merupakan jenis subsidi energi yang paling besar diberikan pemerintah.

Komentar

Berita Lainnya