oleh

Panjang Umur Perjuangan : Gubernur Bersama Mahasiswa Sumsel Tolak UU Cipta Kerja

Sumeks.co – Upaya keras mahasiswa, organisasi buruh, serikat pekerja dan organisasi masyarakat yang menolak UU Cipta Kerja di Palembang membuahkan hasil. Setelah berjam-jam menunggu ditambah derasnya guyuran hujan, Gubernur Herman Deru memastikan jika pihaknya sejalan dengan aspirasi masyarakat dalam aksi penolakan ini.

Meski demikian, jalan masih panjang karena kewenangan untuk membatalkan UU Cipta Kerja / Omnibus Law yang dianggap kontroversial bukanlah ranah Pemerintah Provinsi Sumsel. Melainkan pemerintah pusat dalam hal ini Presiden Joko Widodo.

“Kita masih punya kesempatan. Nanti kita sampaikan di Jakarta,”kata Herman Deru saat menemui massa yang menyampaikan aspirasinya di Kantor Gubernur Sumsel, Jumat petang.

Surat Pernyataan Pemprov Sumsel yang ditandatangani Gubernur Herman Deru (ft:tejo).

Penegasan keberpihakan Pemprov Sumsel terhadap penolakan UU Cipta Kerja juga tertuang dalam surat resmi yang ditandatangani oleh Gubernur Herman Deru. Isinya, bahwa Pemprov Sumsel menerima, mendukung dan merekomendasikan aspirasi yang disampaikan oleh mahasiswa.

Sebagai lampiran, Gubernur Herman Deru juga menandatangani pernyataan sikap yang dibuat oleh Cipayung Plus Daerah Kota Palembang (HMI, PMII, KAMMI, FMI, KMHDI, LMND, SEMMI) dan BEM Sumatera Selatan.

Surat pernyataan Cipayung Plus, BEM Sumsel, dan Gubernur Herman Deru menolak UU Cipta Kerja / Omnibus Law (ft:tejo).

Seruan penolakan terhadap UU Cipta Kerja bergema di seluruh daerah di Indonesia. Di hadapan para mahasiswa, Gubernur Herman Deru juga berjanji akan terus bersama-sama mengawal proses ini sampai Undang Undang tersebut dibatalkan. (bun/ety/tim)

Komentar

Berita Lainnya