oleh

Pantang Menyerah di Gunung Dempo

-Sumsel-112 views

Relawan Lanjutkan Pencarian

PAGARALAM – Operasi pencarian terhadap Fikri (19) dan Jumadi (26) di puncak Gunung Dempo, memang sudah ditutup Basarnas. Toh, para relawan pantang untuk menyerah. Mereka memutuskan untuk terus mencari dua pendaki asal Kabupaten Bungo Provinsi Jambi itu.

“Jadi, operasi pencarian diteruskan lagi hingga empat hari ke depan,” ujar Fandi, Staf Operasional Posko Pengendali (Poskodal) tim SAR gabungan di Kampung IV Gunung Dempo, ketika dihubungi kemarin.

Menurut Otek-demikian Fandi biasa disapa – operasi pencarian kembali diteruskan setelah melihat antusiasme para relawan. Meski Basarnas sudah menutup operasi, Otek bilang, para relawan tetap berdatangan ke Poskodal Kampung IV. “Mereka datang karena ingin memang membantu menemukan survivor (Fikri dan Jumadi),” ucap aktivis Wanadri ini. Apalagi Fikri dan Jumadi sudah lebih dari dua pekan menghilang.

Lebih lanjut Otek mengatakan, tim yang ada di Poskodal Kampung IV Gunung Dempo akan segera membentuk struktur organisasi pencarian. Ini supaya kerja para relawan itu dapat terarah dengan baik. Ada kemungkinan, sebut Otek, organisasi pencarian ini dibawahi langsung Walikota Pagaralam. “Malam ini (tadi malam) struktur ini akan kita tetapkan,” tuturnya. Karenanya untuk sementara, Basarnas akan berada di luar struktur organisasi.

Setelah organisasi terbentuk, barulah relawan bergerak sesuai arahan dari Poskodal Kampung IV. Otek bilang, para relawan akan mencari di titik-titik yang sebelumnya tak sempat dicapai tim SAR gabungan.

 “Kita akan coba cari di arah bibir kawah Merapi. Karena sebelumnya kita temukan pelosotan menuju bibir kawah,” ucapnya memberikan contoh. Sementara pelataran Merapi sudah disapu bersih dan tak ditemukan tanda-tanda.

Otek mengakui, pencarian juga bisa diperluas hingga kawasa Bukit Timur Jarai. Sebab sebelumnya tim mendapatkan informasi tentang keberadaan orang yang diduga Jumadi di Talang Palak Sijat, Desa Tanjung Menang Kecamatan Jarai Kabupaten Lahat. “Bisa saja pencarian diperluas sampai ke sana,” ucapnya.

Kasubsie Ops Kansar Palembang Benteng Telau didampingi Koordinator SAR Pagaralam, Alparis ZM SSos mengatakan, operasi pencarian terhadap Fikri dan Jumadi telah ditutup.

Ini sesuai dengan standar operasional yang berlaku di Basarnas . Meski demikian lanjut Benteng, operasi SAR masih terbuka peluang untuk dibuka lagi. “Tentu kalau ada petunjuk yang mengarah kepada korban, pencarian dapat dibuka,” ucap Benteng.

Fikri dan Jumadi dilaporkan hilang di puncak Gunung Dempo sejak 22 Oktober lalu. Hingga kemarin, dua pendaki ini masih belum juga ditemukan.

Memburu Saksi Kunci

SEORANG pemikat burung bisa dimintai keterangan untuk mencari keberadaan Jumadi dan Fikri. Sebabnya, lelaki ini dikabarkan telah melihat Jumadi di Talang Palak Sijat, Desa Tanjung Menang Kecamatan Jarai Kabupaten Lahat. Sayangnya identitas pemikat burung ini belum jelas.

Saat dicari pemikat burung ini seolah lenyap ditelan bumi.  “Yang saya tahu, dia itu berjualan telur juga,” ujar Martin, seorang warga Pagaralam, ketika ditemui kemarin.

Martin adalah orang yang mendengar cerita dari mulut pemikat burung itu secara langsung pada Rabu lalu (29/10). Kepada Martin, pemikat burung itu mengaku melihat Jumadi dalam keadaan lemah di kawasan hutan, tak jauh dari Talang Palak Sijat.

“Jumadi agak linglung. Ketika diajak bicara, Jumadi bilang masih menunggu temannya,” tutur Martin menceritakan pengakuan si pemikat burung. Martin yakin, si pemikat burung ini tak bohong.

Sayangnya Martin agak lupa nama persis si pemikat burung. Seingat dia, pemikat burung ini bernama Fredi yang pulang ke arah Perumnas Talang Sawah. mengontak Jhon Dayat, warga Perumnas Talang Sawah untuk menanyakan alamat si Fredi. “Tidak ada yang namanya Fredi di sini,” ujar Dayat kemarin.

Otek, staf operasional Poskodal Tim SAR Gabungan Kampung IV sementara itu, mengatakan sudah mendengar informasi tersebut. Tapi Otek bilang informasi ini masih lemah. “Si pemikat burung itu siapa namanya, pulang ke mana, kan tidak ada yang tahu,” ujar Otek ketika dihubungi. Toh Otek menambahkan, pihaknya akan tetap menampung informasi tersebut. (ald)

Komentar

Berita Lainnya