oleh

Pantas Dihukum Mati, Pelatih Pramuka Ini Membunuh Siswinya dengan Sadis!

BATURAJA – Meninggalnya RN (12), siswi SMPN 10 Baturaja karena dibunuh, dan pelakunya adalah Aldy Sukma Wijaya (ASW) (19 th) pelatih Pramuka di sekolahnya, dan menguak fakta bahwa tak hanya dibunuh, korban ternyata juga diperkosa pelaku.

Kejadian itu kontan membuat banyak orang berduka. Apalagi ditengah wabah corona dan sekolah seharusnya libur.

Orang tuanya juga sangat terpukul dengan kepergian putrinya RN begitu cepat. Selain sempat menuturkan kejadian yang hampir sama dengan yang disampaikan dengan polisi, pihak keluarga berharap hukuman setimpal bagi pelaku.

“Kami minta pelaku dihukum berat,” ujar Husin, orang tua RN. Kalau anaknya mati, kalau bisa pelaku juga bisa dihukum mati. Jenazah korban sendiri sudah dimakamkan Sabtu pagi (4/4/2020) dengan diantar keluarga, sanak kerabat, tetangga dan teman almarhum.

Kapolres OKU AKBP Arif Hidayat Ritonga SIK MH melalui Kasat Reskrim AKP Wahyu Setyo Pranoto SH SIK mengungkap kalau pelaku yang sudah beristri tersebut memiliki ketertarikan dengan RN yang terbilang memiliki wajah cukup rupawan.

Sebelum melakukan aksinya, pelaku menghubungi RN melalui media sosial (medsos).  “Ada komunikasi melalui aplikasi messenger facebook,” sebutnya, Kamis (2/4), jam 19.00 WIB.

Isinya, korban diminta datang Jumat (3/4) ke sekolah untuk latihan pramuka.Pagi harinya korban datang ke sekolah dengan diantar kedua orang tuanya hingga gerbang sekolah.

Orang tua korban menunggu di kantin depan sekolah. RN masuk ke sekolah dan menuju ke aula yang posisinya di belakang sekolah. Pelaku datang ke aula dan RN lalu diajak ke lapangan olahraga. Di lapangan ini pelaku menyuruh korban berbalik dengan membelakangi pelaku.

Pelaku mengambil kayu di sekitar lokasi dan memukul kepala bagian belakang korban menggunakan kayu dua kali. RN yang pingsan diangkat pelaku ke hutan dekat lapangan olah raga. Mata korban ditutup dengan dasi dan mulut korban disumpal kaos kaki milik korban.

Kedua tangan korban diikat tali rafia yang dibawa korban dalam tas. Tali tersebut dibawa korban atas perintah pelaku. Saat menggerayangi korban, RN sempat bergerak dan berusaha berontak. Pelaku panik dan kembali memukul wajah korban hingga korban lemas kembali.

Dalam kondisi tak sadar korban diperkosa. Tak cukup, korban dicekik dengan dasi pramuka hingga korban tidak bergerak. Bahkan pelaku mangambil kayu kecil dan menusuk tubuh korban.

Setelah itu, pelaku kembali memperkosa korban kedua kali. Usai melampiaskan nafsu setan, pelaku kembali menusuk beberapa bagian tubuh korban. Pelaku merapikan baju korban dan menutupi dengan daun-daun di sekitar tempat kejadian. Setelah itu pelaku pergi meninggalkan korban.

Kepala SMPN 10 Sugiri SpdI kepada awak media mengatakan, pelaku ASW hanya membantu melatih kegiatan pramuka di sekolah. Tapi belum ada mengantongi surat penugasan secara resmi sebagai pelatih pramuka.

“Hanya membantu saat ada kegiatan pramuka dia datang,” ujarnya. Karena dia sebagai alumni sekolah tersebut, dari sekolah masih memberikan ruang untuk membantu kegiatan pramuka.

Kades Tebing Kampung Tukiman mengatakan, pelaku ASW diketahuinya belum mempunyai pekerjaan tetap. Sebagai petani juga hanya sesekali. Dalam pergaulan sehari hari juga cenderung tertutup. Karena hanya berteman dengan kawan seusianya.

“Jarang bergaul dengan orang yang usianya lebih tua,” kata Tukiman. ASW juga sudah menikah, dan selama ini masih tinggal dengan orang tuanya. (bis)

Komentar

Berita Lainnya