oleh

Paolo Maldini Tewas Tenggelam di Wahana Air Cha-Cha Water Fun

-Sumsel-284 views

SUMEKS.CO – Awan duka menyelimuti keluarga besar Fikrianto, warga Jalan Kapten A Rivai, Kelurahan Balai Agung, Kecamatan Sekayu, Muba, Sumatera Selatan.

Itu setelah Paolo Maldini (10), anaknya meninggal dunia dalam sebuah insiden di Wahana Air Cha-Cha Water Fun yang berada di Kelurahan Balai Agung, Kecamatan Sekayu, Kabupaten Muba, Selasa (12/11/2019), sekitar pukul 15.15 WIB.

Terungkap, insiden tragis tersebut berawal saat korban bersama rekannya pergi dari rumah sekitar pukul 13.30 WIB ke Cha Cha Water Fun untuk berenang.

Sesampainya di lokasi, anak pasangan Fikrianto dan Nuraida ini bersama teman-temannya bermain air seperti biasa, namun saat berada di kolam bagian belakang dengan kedalaman lebih dari 1 meter korban yang diketahui tidak dapat berenang ini mendadak tenggelam.

“Korban tadi datang bersama teman-temannya, kejadian sekitar pukul 15.15 WIB,” ujar Manajer Cha-Cha Water Fun, Candra.

Dikatakan Chandra, pertama kali mengetahui ada yang tenggelam, dari teriakan pengunjung.

Pengawas kemudian langsung menuju ke lokasi dan mengangkat tubuh Paolo.

“Saya juga ikut langsung melakukan pertolongan dan membawa ke rumah sakit untuk diberikan perawatan medis, namun kondisi korban sudah meninggal,” terang dia.

Kapolsek Sekayu Iptu Heri Suprianto, melalui Kanit Reskrim Polsek Sekayu, Ipda Suroso mengatakan, pihaknya mendapat laporan dari warga terkait kejadian bocah tewas tenggelam di kolam renang Cha-Cha Water Fun.

Pihaknya langsung mendatangi lokasi guna melakukan pemeriksaan dan olah tempat kejadian perkara (TKP).

“Kita sudah mengumpulkan keterangan beberapa saksi di lokasi kejadian, dan juga kita meminta keterangan dari manajemen pengelola Cha-Cha  Water Fun,” jelasnya.

Fikrianto, orang tua korban menuturkan dirinya pertama kali mendapat informasi  dari pegawai Cha-Cha Water Fun yang datang ke rumahnya.

Awalnya, kata dia, disampaikan bahwa anaknya pingsan, dia kemudian langsung ke lokasi, tapi tidak ada lagi karena sudah dibawa ke rumah sakit. “Sampai disana (rumah sakit) sudah meninggal,” ucapnya.

Anaknya yang duduk dibangku kelas IV SD kata Fikri pergi bersama lima temannya usai pulang sekolah dan pamit dengan neneknya untuk pergi bermain.

“Kesana (cha-cha) memang sering, anak saya belum bisa berenang,” terang dia. Fikri mengaku tidak mendapat firasat apapun atas kejadian yang menimpa sang anak. “Gak ada firasat, gak ada juga perubahan sikap, seperti biasa saja,” pungkasnya. (kur)

Komentar

Berita Lainnya