oleh

Parsidi Dicekik dan Dikuburkan

Tergiur Uang Korban Rp75 Juta

MUARA ENIM – Naas sekali nasib Parsidi (45) Dusun I Desa Sri Karang Rejo, Kecamatan Lalan, Kabupaten Musi Banyuasin. Korban dibunuh dengan cara dicekik dan dikuburkan serta uangnya diambil oleh rekan-rekannya di kawasan perkebunan Desa Menanti, Kecamatan Lubai, Kabupaten Muara Enim.

Dari informasi dihimpun dilapangan Jumat (11/6) kejadian tersebut berawal pada hari Kamis tanggal 27 Mei 2021 sekitar pukul 09.00 korban bersama dengan pelaku Sukasman dan Sutarjo (tertangkap) serta Suwandi (DPO) pergi menuju Desa Menanti, Kecamatan Lubai, Kabupaten Muara Enim dengan tujuan untuk membeli lahan irigasi dengan membawa uang sebesar Rp75 juta.

Kemudian mereka berempat menuju ke lokasi lahan yang rencananya akan dibeli korban. Ketika tiba dilokasi, ternyata ketiga pelaku sudah sengkokol untuk membunuh korban dan diduga telah menyiapkan lobang untuk kuburan korban terlebih dahulu. Setelah posisi dan situasi aman, ketiganya pun menjalankan aksinya dengan mengeroyok dan membunuh korban.

Setelah dirasa tewas untuk menghilangkan jejaknya, ketiga pelaku mengangkat korban ke dalam lobang dengan kedalaman sekitar satu setengah meter yang berjarak sekitar 30 meter dari lokasi pembunuhan. Setelah itu ketiga pelaku berlari dan membagi hasil kejahatannya.

Selanjutnya, pada hari Sabtu tanggal 31 Mei 2021 sekitar pukul 23.00 WIB, korban tidak bisa dihubungi oleh pelapor bernama Suyatman (31) yang merupakan adik korban. Dan pada hari Rabu tanggal 2 Juni 2021 pelapor melihat pelaku Sukasman dan pelaku Suwandi (DPO) sudah pulang, pelapor langsung bertanya kepada pelaku dan dijawab pelaku tidak tahu.

Karena merasa curiga, pada hari Selasa tanggal 8 Juni 2021 sekitar pukul 21.00 WIB, pelapor bersama dengan warga dan pemerintah desa langsung mengamankan pelaku Sukasman. Kemudian dilakukan interogasi pelaku Sukasman mengakui bahwa telah melakukan pembunuhan terhadap korban Parsidi pada hari Sabtu tanggal 29 Mei 2021 di Desa Menanti, Kecamatan Lubai, Kabupaten Muara Enim sehingga pelaku diserahkan ke Polsek Lalan yang selanjutnya dilaporkan kejadian tersebut ke Polsek Lubai.

Setelah mendapatkan laporan dari keluarga korban Kapolsek Rambang Lubai AKP Apriansyah SH MSi memerintahkan Kanit Reskrim Iptu Aisen Hower SH bersama Tim Cobra yang dibackup tim Rajawali SatReskrim Polres Muara Enim langsung melakukan penyelidikan dan penangkapan terhadap pelaku Sutarjo sehingga langsung diamankan pada hari Rabu tanggal 9 Juni 2021 sekitar pukul 02.30 WIB dan dibawa ke Polsek Rambang Lubai dan menjemput tersangka Sukasman di Polsek Lalan untuk dibawa ke Polsek Rambang Lubai.

Ketika dikonfirmasi ke Kapolsek Rambang Lubai AKP Apriansyah SH MSi, membenarkan adanya kejadian tersebut. Dan saat ini, tim Forensik dari Polda Sumsel bersama tim forensik Polres Muara Enim telah melakukan evakuasi dan autopsi terhadap mayat korban. Dari hasil autopsi memang ditemukan luka-luka benda tumpul. Untuk jenazah sudah dibawa oleh keluarganya ke Muba.
“Kalau untuk detilnya nanti di Polres Muara Enim yang akan memberikan informasi lebih lanjut,” tutupnya singkat.

Sementara itu, Kakak Ipar korban Purwanto (36), menjelaskan bahwa tujuan korban ke Desa Menanti untuk membeli lahan setelah di iming-imingi Suwandi (DPO). Selepas melihat korban tidak kunjung pulang sementara rekannya sudah pulang. Setelah ditelusuri ternyata korban dibunuh. “Kita berharap pelaku ditangkap dan diproses sesuai hukum yang berlaku,”ujar Purwanto disela-sela autopsi korban dilokasi kejadian.

Dirinya juga tidak menyangkah, bahwa Sukasman itu masih ada hubungan keluarga dengan korban. “Sangat disayangkan padahal korban dan Sukasman ada hubungan keluarga, kok tegah hingga menghabisi korban,” sesalnya.

Setelah korban tidak pulang selama 5 hari. Istri korban, anak tiga orang dan mantu korban secara bersamaan mimpi korban pulang. “Paginya keluarga korban mimpi yang sama bahwa korban pulang. Mungkin itu firasat dan petunjuk,”katanya.

Sementara pantauan dilapangan, untuk menuju lokasi tempat dikuburnya korban tersebut harus bejalan kaki dengan jarak 1 kilometer dari Desa Menanti, Kecamatan Lubai. Tampak warga antusia untuk melihat proses penggalian tubuh korban yang dikubur oleh pelaku dan proses autopsi. Proses autopso selesai pukul 17.00 WIB dan jenazah korban langsung diserah terimakan kepada keluarga korban dan diantar langsung dan mendapat pengawalan Kapolsek Lubai AKP Apriansyah SH MSi ke rumah duka.(ozi)

Komentar

Berita Lainnya