oleh

Paru-paru tak Berkembang, Dua Bayi Kembar Meninggal

PALEMBANG – Dua dari empat bayi kembar yang dilahirkan Kristina Andriyani (29), warga Banyuasin, meninggal dunia lantaran paru-paru yang dimiliki keduanya tidak berkembang sejak lahir. Adapun bayi yang meninggal tersebut, yakni, Anandiva Stevia Purwanto (nomor dua) dan Anandivo Stevanus Purwanto (nomor empat).

Tim Dokter Kebidanan RSMH Palembang, dr Abraham Martadiansyah mengatakan, kedua bayi ini telah menjalani perawatan intensif di ruang Neotanal Intensive Care Unit (NICU) RSMH Palembang. Namun, pada Selasa (10/9) pukul 19.15 WIB, dan 19.30 WIB menghembuskan napas terakhirnya.

“Seharusnya pada usia 28 minggu proses paru-paru mulai mengembang. Kemudian, proses ini membaik pada usia kandungan 34 minggu. Sedangkan, keempatnya bayi kembar ini dilahirkan diusia 29 minggu,” papar Abraham.

Untuk berat badan, bayi pertama memiliki jenis kelamin perempuan dengan berat badan 900 gram dan panjang 38 sentimeter. Bayi kedua lahir dengan jenis kelamin perempuan, beratnya 950 gram dan panjang 36 sentimeter. Bayi ketiga lahir dengan jenis kelami laki-laki dengan berat 1100 gram dan panjang 37 sentimeter, sedangkan bayi keempat yang juga laki-laki, beratnya 1000 gram dan panjang 37 sentimeter

“Berat badannya memang kurang. Tapi, bukan faktor meninggalnya kedua bayi, melainkan kelahiran premature,” tutupnya.(ety)

Komentar

Berita Lainnya