oleh

Pasal Sepeleh, Suami Banting Anak Hingga Cacat

MURATARA – Kesal anak menangis ditinggal ibu memasak, Fikri (26) ayah kandung korban naik pitam, pukul anak kandung sampai lengan anak cacat. Akibatnya, ibu korban yang tidak terima anaknya dianiaya melaporkan kejadian itu ke polisi sehingga sang suami ditangkap.

Informasi di himpun, kejadian itu berlangsung Minggu (22/11) sekitar pukul 08.00 WIB, saat itu keluarga kecil yang tinggal di Desa Noman Lama, Kecamatan Rupit, Kabupaten Muratara nampak normal seperti keluarga lainnya.

Anak korban yang diketahui berusia 2 tahun dengan jenis kelamin perempuan, menangis dan merengek ingin ikut ibunya yang tengah memasak menyiapkan sarapan pagi di dapur.

Anak korban saat itu tengah bermain di samping kamar pelaku. Karena tidak diajak, akhirnya korban menangis semakin menjadi jadi. “Aku lagi masak, dio nangis nak melok aku di dapur. Tahu tahu laki aku keluar dari dalam kamar langsung marah marah, tadinyo dio sedang tiduk di kamar,” kata pelapor Mirabela yang tak lain istri pelaku.

Karena korban tak berhenti menangis, pelaku naik pitam dan mengangkat tangan korban sambil membantingkan putri kandungnya sendiri hingga tersungkur. Pelaku sempat beberapa kali memukul korban dengan keras sembari membentak kasar.

Istri pelaku yang melihat kejadian itu langsung berteriak histeris melihat anak semata wayangnya dianiaya pelaku. Korban menjerit meminta pertolongan namun tidak dihiraukan pelaku. Sempat terjadi cekcok mulut antara pelaku dan istrinya.

Kejadian itu sempat terdengar tetangga korban yang tidak lain masih kerabatnya sendiri. Nyaris terjadi pertumpahan darah, saat pelaku dilerai kerabat korban. “Dio langsung lari keluar rumah sambil ngancam nak bunuh kami. Pintu rumah langsung di kunci. Kami nyelamatkan diri keluar dari jendela waktu itu,” kata ibu korban saat melapor ke pihak kepolisian.

Kerabat korban akhirnya membawa korban dan ibu kandungnya ke rumah kepala Desa. Melihat kondisi korban yang sudah dianiaya pelaku, Kepala Desa Noman Lama Taufik Haris langsung membawa korban ke pusat kesehatan dan mendampingi iatri korban untuk membuat laporan kepihak kepolisian.

“Iya itu masalah kekerasan rumah tangga, kondisi anaknya setelah kejadian itu tentunya terauma dan tangannya terjadi pergeseran tulang,” kata Kades Noman Lama. Sementara itu, Kapolres Muratara AKBP Eko Sumaryanto melalui kasat reskrim Polres Muratara, AKP Dedi Rahmad membenarkan adanya laporan kasus kekerasan dalan rumahbtangga di desa Noman Lama.

“Pelakunya sudah kita amankan, memang dia ini orang tua kandung korban dan pengakuan pelaku khilaf. Tapi istrinya yang melapor langsung sekaligus menjadi saksi korban, mereka sering cekcok dan pemukulab terhadap anak itu bukan hanya sekali ini tapi sering diulangi,” ucapnya.

Pelaku dokenakan pasal 80 Jo 76c undang undang RI No 35 Tahun 2014 atas perubahan UU no 23 Tahun 2002 tentang perlindungan Anak. (cj13)

Komentar

Berita Lainnya