oleh

Pasang Alat Pendeteksi Gambut

KAYUAGUNG – Alat sistem pemeringkatan bahaya kebakaran lahan gambut Indonesia atau Indonesia peatland FDRS (Ina-FDRS) untuk OKI yang rawan karhutla, yang dikembangkan BPPT akan ditambah di OKI.

Kepala Balai Teknologi Modifikasi Cuaca, Dr Tri Handoko Seto MSc mengatakan, meski sistem ini masih dalam pilot project ada di OKI dan Kalimantan Tengah. Alat dipasang untuk mengukur kandungan air lahan gambut dan tingkat kelembapannya. “Jadi nanti bisa diketahui secara dini kondisi gambut dan upaya yang dilakukan,” kata Tri, Selasa (29/12), di sela-sela acara desiminasi sistem peningkatan bahaya kebakaran hutan di OKI di kantor pemkab.

Nanti secara online alat ini akan mengirimkan data ke server yang ada di Jakarta. Dari situ akan tahu kondisi kekeringan hutan gambut di OKI seperti apa. Di tahun mendatang akan diterapkan di seluruh Indonesia. Gambut paling rendah level air 40 cm, jika sudah 50 cm kalau ada yang terbakar akan merambat.

Untuk di OKI memang sudah dipasang, tapi masih kurang masih hitungan berapa unit. Untuk itu pihaknya terus bekerjasama dengan perusahaan di OKI dan pemerintah pusat dan daerah memerbanyak itu. Karena satu unit memantau tergantung kesatuan hidrologi gambut yang tiap lokasi berbeda.

Yang penting dijaga jangan dirusak Karena bekerja secara online. Rencana awal tahun mulai dipasang . Kalau satu tahun sudah bekerja dengan baik meski jumlahnya masih kurang, kemudian kalau sudah tahu kondisi lahan gambut kering maka yang harus dilakukan yakni pembasahan.

Ditambahkannya, air yang ada dalam gambut jangan keluar dari kesatuan hidrologi gambut. Pembasahannya bisa menggunakan pompa raksasa atau dengan TMC.

“Kalau hanya menggunakan mesin penyedot air jumlah kecil tidak cukup, hanya mematikan api sementara,” tegasnya.

Kemudian TMC yang seharusnya dilaksanakan sebelum puncak musim kemarau karena saat itu waktu yang tepat pembasahan lahan gambut awan masih cukup banyak. Saat ini TMC diperpanjang hingga 10 November mendatang.

Terpisah Wakil Bupati OKI HM Djakfar Shodiq menambahkan, alat ini bisa mengantisipasi karhutla lahan gambut. (uni)

Komentar

Berita Lainnya