oleh

Pasangan Bupati OKU Terpilih Dilantik Langsung, Gubernur: Semoga Keduanya Bisa Hadir

SUMEKS.CO, PALEMBANG – Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan (Pemprov Sumsel) sudah mendapatkan izin dari Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) untuk menggelar pelantikan 6 pasangan Bupati terpilih secara langsung oleh Gubernur di Griya Agung, 26 Februari mendatang. Termasuk pasangan Bupati terpilih Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) Drs H Kuryana Azis dan Drs Johan Anuar SH MM.

Namun, Pemprov belum dapat memastikan kehadiran pasangan petahana tersebut dalam acara pelantikan yang sakral itu. Dikarenakan Bupati dalam keadaan sakit dan Wakil Bupati sedang berurusan dengan KPK.

Kepala Biro Otonomi Daerah Setda Sumsel, Sri Sulastri, melalui Kabag Otonomi Daerah, Andrian pada Selasa (23/2) mengatakan dengan keadaan demikian itu. Pihaknya masih akan melaksanakan pembahasan lebihlanjut bersama perangkat daerah OKU, untuk memastikan kondisi kesehatan Kuryana.

“Dalam rapat lanjutan ini, hal tersebut akan kita bahas. Bila kondisi kesehatan sudah membaik jelang pelantikan, sehingga dia (Kuryana) akan hadir atau kembali pada opsi pertama yakni virtual. Kita harapkan semoga beliau lekas pulih,” kata Andrian saat dikonfirmasi SUMEKS.CO.

Termasuk juga, tambah Andrian, yang menjadi pembahasan pihaknya. Bila Kuryana dinyatakan bisa menghadiri pelantikan, apakah turut didampingi oleh Johan Anuar di Griya Agung atau tidak. Dengan statusnya yang menjadi tahanan di rutan kelas 1 A Pakjo, Palembang.

“Mungkin kita layangkan surat ke Pengadilan untuk menghadirkannya atau ada opsi lain. Tentu jalan terbaiklah yang akan kita lakukan, sebab ini memang haknya bupati dan wakil bupati untuk dilantik dan ini dijamin konstitusi,” cetusnya.

Sementara itu, Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel), H Herman Deru mengharapkan pasangan terpilih Bupati OKU tersebut turut serta dalam prosesi pelantikan secara langsung tersebut. “Bila memang kondisi tidak memungkinkan pelantikan digelar secara virtual. Tentu harapannya mudah-mudahan penyakitnya Bupati sembuh dan juga wakilnya bisa hadir,” kata Deru.

Diketahui sebelumnya, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten OKU menetapkan, pasangan Drs H Kuryana Azis – Drs Johan Anuar SH MM sebagai pasangan terpilih Bupati dan Wakil Bupati OKU dalam Pilkada serentak 2020 dengan perolehan suara sebanyak 116.778 atau 64,90 persen dari total suara sah.

Putusan KPU OKU tersebut sempat digugat oleh Barisan Pemantau Pemilu Sumsel (BP2SS) terkait selisih suara dengan kotak kosong. Namun, gugatan tersebut patah di Mahkamah Konstitusi

Terkait kasus Wakil Bupati terpilih OKU, Johan Anuar atau JA yang kini berstatus terdakwa dugaan kasus korupsi pengadaan lahan TPU tahun 2013, dihari pelantikan kepala daerah terpilih nanti jabatannya akan langsung nonaktif sebagai Wabup usai dilantik.

Jubir Pengadilan Negeri Palembang, Abu Hanifah mengatakan, hal tersebut sesuai dengan asas praduga tak bersalah. Dimana untuk kepala daerah dan wakil kepala daerah terpilih jika ada yang berstatus terdakwa maka usai dilantik jabatannya dinonaktifkan.

“Kemudian apabila sudah ada putusan hukuman atau vonis pidana yang dinyatakan sudah memiliki kekuatan hukum tetap atau inkrah, barulah jabatan tersebut statusnya menjadi diberhentikan. Nah, kalau masih terdakwa usai dilantik jabatannya langsung nonaktif,” pungkasnya. (Bim/Fdl)

Komentar

Berita Lainnya