oleh

Pasar Bedug Masjid Nur Arafah Hanya Dua Minggu

 

SUMEKS.CO, PRABUMULIH –  Berbeda dengan tahun sebelumnya, Pasar Bedug digelar satu bulan. Kali ini, Pasar Bedug di tengah pandemi Covid-19 ini tetap ada. Tetapi, pelaksanaannya hanya dua minggu saja. Dan, tetap dipusatkan di Halaman Masjid Nur Arafah dan hanya diisi 50 pedagang saja.

Hal itu diungkapkan Walikota (Wako), Ir H Ridho Yahya MM kepada awak media, belum lama ini. “Iya, insya allah Pasar Bedug ada tahun ini. Rabu lalu, Kadisprindag dan jajaran sudah menghadap terkait Pasar Bedug di kondisi masih pandemi ini,” ujar Ridho, sapaan akrabnya.

“Hanya dua minggu saja, dengan jumlah 50 pedagang saja di Masjid Agung Nur Arafah pusatnya. Kita tetap menekankan, Protokol Kesehatan (Protkes) selama Pasar Bedug ini beroperasi,” ujar suami Ir Hj Suryanti Ngerti Rahayu ini.

Pada Pasar Bedug itu, akunya juga dilakukan operasi pasar murah, untuk membantu masyarakat yang membutuhkan. “Sekitar 400 paket disediakan Disprindag selama Pasar Bedug,” jelas ayah tiga anak ini.

Sambungnya, pembelian sembako di Pasar Murah itu juga dibatasi untuk mengedepankan Protkes. “Sehari kita batasi hanya 30-40 paket saja penjualannya, mengantisipasi keramaian,” tukasnya.

Terpisah, Kadisprindag, Mukhtar Edi SSos MSi didampingi Kabid Perdagangan, Eviana Sangkut SKM MSi membenarkan hal itu. “Kemungkinan, Pasar Bedug dimulai pada 22 April mendatang di Halaman Masjid Agung Nur Arafah, hanya 50 pedagang saja. Karena, masih di tengah pandemi Covid-19,” aku Evi.

Lanjutnya, memang ada operasi pasar di Pasar Bedug itu. Tetapi, jumlah sembako disediakan hanya 400 paket saja. “Guna mengantisipasi keramaian, setiap harinya hanya 30-40 paket saja,” tukasnya. (03)

Komentar

Berita Lainnya