oleh

Pasar Tradisional Baturaja Padat, Picu Kenaikan Harga

BATURAJA – Meski masa pandemic covid 19, masyarakat terkesan tidak peduli. Terbukti jelang hari raya Idul Fitri, pasar tradisional di Kota Baturaja banyak diserbu masyarakat.

Mulai dari keperluan membeli pakaian baru, makanan untuk lebaran, sampai kebutuhan sehari hari. “Padat nian pasar. Mulai dari jalan bae la macet,” kata salah satu warga Baturaja Masto, kemarin (21/5).

Ramainya pengunjung yang memadati pasar juga memicu naiknya harga kebutuhan pangan sembako. Seperti untuk harga telur ayam, yang sebelumnya dijual kisaran Rp 20.000/kg, sudah naik menjadi Rp 22.000/kg.

Harga daging sapi yang sebelumnya dijual Rp 120.000/kg, naik menjadi Rp 130.000/kg. “Hari ini cukup banyak yang beli daging Pak. Banyak yang persiapan untuk lebaran,” kata seorang pedagang, Heri.

Juga harga cabe merah besar yang melonjak naik 50 persen. Harga cabe merah keriting naik 40 persen, atau harga sekitar Rp 35.000/kg. Harga daging ayam broiler Rp 24.000/kg. Harga bawang merah dijual Rp 60.000/kg. Sedangkan bawang putih justru harganya turun menjadi Rp 20.000/kg.

Lalu, komoditi beras, harga beras kualitas sedang dijual antara Rp 9.500-Rp 10.500/kg. Sedangkan kualitas premium dijual Rp 13.000/liter. Harga gula pasir sedikit turun dari sebelumnya Rp 17.000/kg menjadi Rp 16.000/kg.

Kasi Pengendalian Bahan Pokok Disperindag OKU, Octa Lilyandi ketika dikonfirmasi mengakui adanya kenaikan beberapa kebutuhan pangan. “Kenaikan ini selain karena naiknya permintaan juga penyesuaian di tingkat sub distributor/agen,” ujarnya. (bis)

 

Komentar

Berita Lainnya