oleh

Pasarkan Nasional, Topang Market Share

JAKARTA – Krama Yudha Tiga Berlian Motors (KTB) distributor Mitsubishi Fuso secara nasional meluncurkan sembilan varian baru Fighter, model MDT (medium duty truck). Sebelumnya, Fighter hanya dipasarkan terbatas di area Sumatera sejak tahun lalu. Selain itu, dengan peluncuran secara nasional ini ingin menegaskan di kategori MDT. Bahwa KTB ingin meraih pasar lebih besar.
“Tahun lalu kita meraih pangsa pasar 19,2 persen di kategori MDT. Kehadiran model baru yang akan dipasarkan secara nasional ini diharapkam bisa meningkatkan hingga 30-35 persen (pangsa pasar),” ujar Duljatmono, Director Sales and Marketing KTB, hari ini. Ia menyebut, respon pasar di Sumatera cukup baik dan positif terhadap kehadiran Fighter. Namun ia tak mengungkap seberapa besar volume penjualan tercapai.
“2017 lalu market share MDT kita 17 persenan. Jadi belum terlalu besar penjualan Fighter karena baru Oktober mulai jualannya. Kami juga masih menunggu feedback untuk kendaraan ini dari wilayah Sumatera. Tapi Insya Allah responnya positif,” bebernya. Sementara untuk segmen light duty truck (LDT) KTB menguasai pasar dengan 60 persen lebih. Secara total, tahun lalu KTB memasarkan 51.132 unit kendaraan niaga dengan raihan 43,9 persen pangsa pasar.

Secara area, wilayah Jawa memberi kontribusi penjualan sekitar 40 persen. Sumatera 30 persen, Jabodetabek 20 persen dan Timur 10 persen. “Sumatera cukup besar kontribusinya. Karena secara pulau cukup besar dan jauh untuk transportasi. Sehingga MDT sangat diperlukan di area ini. Kami yakin hasilnya signifikan,” bebernya.

Atsushi Kurita, President Director KTB mengungkapkan. Tahun ini KTB menargetkan pangsa pasar lebih tinggi dari raihan 2018. “Kami ingin meraih market share 50-55 persen. Memang cukup sulit tapi akan kami usahakan. Salah satu pendorongnya adalah menaikkan penjualan di kategori MDT,” tukasnya.

Seluruh varian Fighter sendiri bisa disesuaikan dengan beragam tipe karoseri. D dari berbagai sektor industri seperti kargo dan logistik, perkebunan, pertambangan dan infrastruktur. Fighter dilengkapi keunggulan yang bisa menunjang bisnis. Pertama kenggulan pada performa kuat namun tetap efisien dengan mesin 6M60. Power berkisar 240-270 PS. Daya tanjak kuat meski membawa beban berat. Standarisasi Euro II dengan sistem common rail menjadikan proses pembakaran bahan bakar lebih sempurna dan efisien. Berimbas pada kualitas lingkungan lebih baik. Juga menyesuaikan dengan bahan bakar Biodiesel B20. Karena sudah dengan double flter untuk bahan bakar.

Sedangkan untuk sistem pengelolaan fleet Runner Telematics. Akan memudahkan konsumen mengelola armada secara real-time dimanapun dan kapanpun. Kedua, keunggulan pada sisi kenyamanan superior dengan ruang dan kabin yang lebih luas. Suspensi kursi pengemudi yang dapat disesuaikan. Nanuver mudah, kabin kedap suara bising dan getaran. Kaca depan panorama serta lampu sudut membuat penglihatan lebih jelas.

Ketiga, sasis yang mudah disesuaikan dengan berbagai tipe karoseri. Rivet atau paku pengencang terletak di samping frame chassis. Serta tambahan soket/stop kontak kelistrikan, memudahkan pemasangan berbagai tipe karoseri. Terakhir, Fighter memiliki DNA Fuso yang telah terbukti kehandalan dan kualitasnya. Sebagian suku cadang sepadan dengan model sebelumnya untuk memudahkan konsumen. Performa Fighter juga telah terbukti dan diterima baik oleh pengguna profesional di Jepang. Varian 4X2 dijual Rp563 juta-Rp587 juta, 6X2 Rp679 juta-Rp696 juta, 6X4 Rp784 juta-Rp805 juta dan 6X4 Tractor Head Rp894 juta.(rei)

Komentar

Berita Lainnya