oleh

Pasca Lebaran Kasus Aktif Sumsel Meningkat, Ahli Epidemiolog : PPKM Kita Tumpul

SUMEKS.CO, PALEMBANG – Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Selatan (Dinkes Sumsel) membenarkan persebaran Corona Virus Disease (COVID-19) di Sumsel masih cenderung meningkat.

Saat ini per 16 Juni tercatat, kasus aktif harian rata-rata ada sebanyak 154 kasus. Jumlah tersebut sedikit lebih tinggi dibandingkan pada tahun 2020 tercatat ada sebanyak 140 kasus aktif harian.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (Kabid P2P) Dinkes Sumsel, Feri Anwar mengungkapkan, peningkatan kasus aktif tersebut merupakan dampak dari kondisi pasca lebaran.

“Kasus persebaran Covid Sumsel masih fluktuatif. Kasus yang ada saat ini, merupakan dampak dari kondisi pasca lebaran, yang baru bermunculan sekitar 5-7 minggu. Tiga hari yang lalu ada 88 kasus aktif, bertambah lagi menjadi 154 kasus. Karena itu kita semua masih harus waspada, sampai minggu dapan,” ujarnya saat dikonfirmasi SUMEKS.CO, Kamis (17/6).

Ia mengimbau, peran aktif dari Puskesmas untuk dapat memantau pelaksanaan isolasi mandiri. Sesuai dengan pedoman kalau tanpa gejala 10 hari sudah bisa dikatakan sembuh dan atau yang gejala ringan tiga hari gejala tidak, bisa dinyatakan sembuh juga.

“Meskipun BOR kita saat ini 42 persen keterisiannya. Puskesmas juga diharapkan untuk tetap aktif memantau perkembangan mereka yang di isolasi. Baik isolasi secara mandiri atau tempat yang disediakan,” harapnya.

Sementara, Ahli Epidemiologi Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya, dr Yuwono M Biomed menilai, penigkatan kasus tersebut terjadi akibat lemahnya pelaksanaan Pemberlakuan Pembatasan Sosial Masyarakat (PPKM) mikro di lapangan.

“Semestinya dapat ditekan, apabila PPKM mikro berjalan maksimal. Namun sampai saat ini implementasi PPKM dilapangan tidak berjalan seperti itu atau bahkan lemah. Sebab banyak petugas dilapangan yang belum paham konsep PPKM,” cetusnya.

Komentar

Berita Lainnya