oleh

Paska Banjir Bandang, Hewan Ternak Masih Bisa Diselamatkan

LUBUKLINGGAU – Kondisi debit air sungai kelingi mulai kembali normal pasca terjadinya banjir bandang kiriman. Meskipun kondisi airnya keruh dan masih terdapat sejumlah tanaman atau pepohonan yang tersangkut setelah terseret arus banjir yang terjadi Rabu (20/5) sekitar pukul 07.00 WIB.

Sejumlah warga juga pasca banjir bandang langsung membersihkan lumpur-lumpur yang terseret masuk kedalam rumah. Termasuk juga dengan mengangkuti kembali perabotan rumah mereka yang sempat diungsikan atau diselamatkan kerumah kerabat atau saudara terdekat. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut.

“Ada empat titik mulai dari kayu ara, kandis, batu urip dan moneng sepati. Tapi yang lain tidak terlalu parah. Yang parah di kandis sama disini (moneng sepati),” kata Walikota Lubuklinggau, H SN Prana Putra Sohe disela meninjau lokasi banjir bandang yang menerjang sejumlah rumah warga di Lr Biliar Tomi, RT 02, Kelurahan Moneng Sepati, Kecamatan Lubuklinggau Selatan II.

Di Lr Biliar Tomi banjir bandang menerjang sejumlah pemukiman warga yang berada dibibir sungai. Bahkan satu unit rumah milik warga yakni Iksan ambruk setelah banjir bandang kiriman dari hulu tersebut secara tiba-tiba datang menerjang. Beruntung tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut.

“Dari gugus tugas juga langsung memberikan sembako dan untuk yang disini (moneng sepati) karena ada keluarga yang parah ini, satu rumah hancur, ini akan dilakukan pembangunan oleh perkim melalui program bedah rumah APBD kota. Dan nanti ada uang saku juga kita kasih,” ujar Nanan.

Orang nomor satu dibumi sebiduk semare itu menjelaskan, didaerah Moneng Sepati tadinya sudah ada dibangun talut penahan air di 2017 yang lalu. Namun kondisi talut dianggap masih terlalu rendah.

“Seharusnya ditingkatkan lagi. Talutnya ternyata harus ditingkatkan, kurang lebih dua meter lagi, dua meter setengahlah,” timpalnya.

Iksan, warga RT 02, Lr Biliar Tomi, Kelurahan Moneng Sepati yang rumahnya ambruk diterjang banjir bandang mengaku kejadian tersebut untuk kedua kali dialaminya. Sebelumnya terjadi beberapa tahun yang lalu. Namun ia menganggap kejadian beberapa tahun yang lalu tidak begitu parah hanya merendam rumahnya setinggi setengah meter.

“Banjir paling parah dari yang sebelumnya. Sebelumnya paling setengah meter, kalau ini lebih parah airnya mendakak, kebingungan kita waktu airnya datang,” ungkapnya.

Ia menjelaskan, sebelum banjir bandang menghantam rumah kondisi air sungai tenang seperti biasanya. Namun sekitar pukul 07.00 WIB air sudah terlihat datang dengan deras dan keruh berlumpur. Sehingga dengan kondisi itu, ia bersama istri beserta ketiga anaknya langsung naik keatas guna menghindari hal yang tidak diinginkan.

“Jam tujuh itu, kurang lebih sekitar satu jam itu sudah sampai kerumah. Jadi kita itu tidak bisa antisipasi lagi selain lari, jadi kaburlah kita,” jelasnya.

Meskipun, saat itu Iksan menambahkan dirinya berusaha untuk menyelamatkan seluruh harta benda yang ada didalam rumah. “Banyak yang mau diselamatkan. Alhamdulillah ternak masih bisa diambil (kambing). Yang ringan-ringan isi rumah bisa diambil, yang berat-berat tidak bisa diambil,” ungkapnya.

Ia mengaku beruntung, sebelum banjir bandang datang dengan yang lebih besar, ia dan keluarganya sudah melakukan langkah antisipasi lebih dulu.

“Antisipasi sudah. Lihat air sudah tinggi, langsung bergegas pergi. Karena sudah jam tujub pagi, ada yang sebagian belum bangun. Satu jam kemudian, jam delepan air menerjang rumah dan langsung ambruk,” bebernya.

Akibat kejadian tersebut untuk sementara Iksan bersama istri serta ketiga anaknya tinggal dirumah mertua. “Untuk sementara ditampung dengan mertua dulu. Sambil nunggu kondisi airnya kembali normal dulu. Saya sudah lima tahun tinggal disini,” bebernya.

Ditempat terpisah, banjir bandang juga merendam sejumlah rumah warga yang tinggal didaerah aliran sungai kelingi yakni di Gg Kandis, RT 03, Kelurahan Ulak Surung, Kecamatan Lubuklinggau Utara II. Sejumlah rumah warga yang terdampak banjir bandang menjadi kotor akibat banjir meninggalkan lumpur yang menempel.

Rasuna menjelaskan, kejadian diketahuinya sekitar pukul 07.00 WIB.

“Air masuk sekitar jam tujuh, tidak lama itu kan hujan, jadi cepat nian dia banjir. Basah galo ini. Untunglah ijazah dalam tas sempat diselamatkan, yang penitng. Gerobok ada yang terbalik. Banyu lewat ada sekitar setengah jam, lumpur galo dalam rumah,” terangnya.

Ia juga mengungkapkan, kalau banjir bandang tahun ini cukup parah jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya. “Tahun kemarin seminggu nak lebaran pulok kejadiannyo. Ini lebih besak, kalau dulu dak sebesak ini. Nah kalo ini parah nian, masok nian kerumah sampek banyak lompor,” katanya.

Data resmi yang dikeluarkan Dinas Pemadam Kebakaran dan Penanggulangan Bencana Kota Lubuklinggau menyebutkan lima wilayah yang terdampak akibat banjir bandang yakni Kelurahan Moneng Sepati di RT 02, Kelurahan Ulak Surung di RT 02 dan RT 03. Lalu Kelurahan Lubuklinggau Ulu di RT 05, Kelurahan Lubuk Tanjung di RT 01 dan Kelurahan Taba Pingin di RT 08.

Rinciannya masing-masing yakni di Moneng Sepati RT 02 banjir merobohkan satu unit rumah, lima rumah rusak berat dan tiga rumah rusak ringan. Lalu di Ulak Surung RT 01sebanyak 25 rumah alami rusak ringan.

Sedangkan di Ulak Surung RT 3 mengakibatkan 11 rumah rusak ringan, Lubuklinggau Ulu di RT 05 ada dua rumah rusak ringan.

Berikutnya di Kelurahan Lubuk Tanjung RT 01 satu rumah rusak ringan, Taba Pingin di RT 8 merusak satu unit rumah yang alami rusak ringan. (wek)

Komentar

Berita Lainnya