oleh

Paska Rekonstruksi, Pembunuh Ketua Komunitas Waria Siap Disidangkan

-Hukum-202 views

Kematian Ismail Efendi alias Ita (56), terungkap dari rekonstruksi yang digelar di tempat kejadian perkara (TKP) Rumah Susun (Rusun) Blok 12, Kecamatan Bukit Kecil, Jumat (21/6).

Korban Ismail Efendi tewas setelah digorok sebanyak dua kali di leher, lalu ditusuk di bagian perut dan dipukul menggunakan batu bata di kepala.

Ada 12 adegan rekonstruksi dijalani tersangka Muhammad Jagad. Pada adegan pertama, tersangka Jagad berboncengan sepeda motor dengan korban untuk kembali ke rumah korban. selanjutnya sepeda motornya diparkir di dalam rumah korban.

Pada adegan kedua dan ketiga, tersangka membeli mi ayam di depan rumah korban sebanyak dua mangkuk.

Berikutnya terjadi cekcok mulut karena korban menghina tersangka. Pada adegan kelima, tersangka yang sakit hati mengambil pisau dan menduduki korban yang saat itu sedang menyusun piring.

Tersangka langsung menggorok leher korban dari belakang, sambil tangan kirinya menutup mulut korban. Di adegan ketujuh, korban yang masih sadar sempat melawan. Sehingga tangan dan perut korban terkena pisau.

Pisau tersebut terjatuh dan kembali diambil tersangka dan kembali digoroknya leher korban.

Pada adegan ke delapan, tersangka mengambil batu bata dan memukul kepala bagian belakang korban, sehingga korban jatuh terlentang di depan kamar mandi.

Melihat korban sudah tewas, tersangka mengambil dua unit hp korban, tas kecil berisi uang Rp1,5 juta. Tersangka langsung keluar dan mengunci pintu rumah korban, kemudian kabur.

“Nyesel aku sudah bunuh dio. Pas ngulangin lagi adegan ini, aku teringat dio (korban, red),” ungkap tersangka.

Menurut tersangka, dirinya tega menghabisi korban yang diketahui adalah ketua komunitaa waria di Palembang itu karena kesal telah dihina. “Dio kawan aku. Biso dikatoke lebih dari kawan atau teman tapi mesra. Kami ado hubungan sejak aku SMA,” urai tersangka.

Sementara itu, Kapolsek IB I, Kompol Masnoni didampingi Kanit Reskrim Iptu Irsan mengatakan, rekonstruksi tersebut digelar untuk melengkapi berkas tersangka dan akan dilimpahkan ke Kejaksaan dan kasusnya dapat segera disidangkan.

“Ada 12 adegan yang diperagakan tersangka. Pada adegan kelima, puncaknya dimana tersangka menghabisi nyawa korban dengan digorok di leher,” pungkasnya. (wly/ce1)

 

Komentar

Berita Lainnya