oleh

Pasokan Gula Sumsel Jelang Ramadan Diklaim Aman

PALEMBANG – Dinas Perdagangan Sumsel memastikan pasokan gula di Sumsel masih mencukupi hingga sebulan kedepan. Masyarakat dihimbau untuk tidak khawatir dan melakukan pembelian gula dalam jumlah besar (panic buying).

Plt Kepala Dinas Perdagangan Sumsel, Drs H Iwan Gunawan mengatakan kebutuhan atau konsumsi gula di Sumsel per tahunnya mencapai 93.162 ton. Sehingga diperkirakan per bulannya konsumsi gula rumah tangga mencapai 8-10 ton per bulan. Sementara, stok yang ada di gudang Bulog Divre Sumsel Babel saat ini mencapai lebih kurang 11 ton.

“Belum lagi yang berada di ritel ataupun distributor. Jadi jumlahnya lebih dari cukup untuk sebulan ke depan,” ujar Iwan saat dikonfirmasi usai meninjau pasokan gula di Gudang Perum Bulog Divre Sumsel Babel, kemarin (10/3).

Iwan mengakui produksi gula saat ini tengah mengalami penurunan. Khususnya untuk gula ritel atau bermerek seperti Gulaku, Gula Kita, Manis Kita dan merk gula lainnya. Kondisi tersebut disebabkan bahan baku utama pembuat gula yakni raw sugar sedang kosong.

“Raw Sugar ini diimpor dari Tiongkok. Sementara saat ini ada pembatasan impor produk dari Tiongkok akibat Korona. Sehingga, pemerintah harus mencari alternatif pembelian dari negara lainnya sebab kita tidak bisa memenuhi produksi dalam negeri,” ujarnya.

Belum lagi, kata Iwan, petani tebu saat ini masih memasuki musim tanam. Panen tebu baru bisa dilakukan sekitar bulan Juni mendatang. “Sehingga pabrik tidak bisa memproduksi gula seperti biasanya. Kekurangan bahan baku baik itu tebu maupun raw sugarnya,” ungkapnya. (kos)

Komentar

Berita Lainnya