oleh

Pasukan Keamanan Arab Saudi Tangkap Dua Ribu Calon Jemaah Haji Ilegal

Sebagian Jemaah Haji Kini  Telah Lakukan Tawaf Ifadah, dan Wada.

SUMEKS.CO- JEDDAH- Sekitar 2.050 orang  ditahan di kota suci Makkah, Arab Saudi, karena berusaha menyelinap secara ilegal, menurut laporan media setempat yang mengutip pernyataan juru bicara Komando Pasukan Keamanan Haji.

Juru bicara itu juga menambahkan bahwa tindakan hukum telah diambil terhadap mereka yang melakukan ibadah dengan melanggar protokol pencegahan penyebaran Virus Corona.

Petugas keamanan telah melakukan pengetatan barisan keamanan di dalam dan sekitar situs suci agar peraturan dapat ditegakkan dan pelanggar dapat ditangkap, menurut juru bicara itu.

Diketahui, sejak 19 Juli, Arab Saudi mulai memberikan larangan bagi orang yang tidak memegang izin untuk memasuki tempat-tempat suci sejak 19 Juli. Tempat-tempat suci itu di antaranya adalah Kota Makah , Muzdalifah, Arafat, dan Mina.

Pembatasan itu diberlakukan untuk memastikan agar ibadah haji dapat dilakukan oleh para jemaah dengan aman di tengah kekhawatiran risiko Corona COVID-19, demikian seperti dikutip dari Gulf News, Minggu (2/8/2020).

Sedangkan menurut laporan Arab News, peziarah atau jemaah haji yang disebut tamu Allah telah  melakukan  wajib haji  di Jamarat di Mina pada hari Minggu sebelum kembali ke Masjidil Haram  Makkah untuk menyelesaikan haji. Mereka  kini tengah tawaf  mengelilingi terakhir dari Ka’bah yang dikenal sebagai  Ifadah, dan yang meninggalkan Makkah juga melakukan tawaf wada, Perpisahan.

Peziarah memasuki Masjidil Haram melalui pintu yang ditunjuk dan ditentukan.  Dan diminta untuk mengikuti jalan yang ditandai untuk menjaga jarak yang aman antara satu sama lain.

Sementara itu, kementerian mengkonfirmasi bahwa belum ada laporan infeksi coronavirus di antara para peziarah di tempat-tempat suci haji pada hari kelima haji. Wakil Menteri Haji dan Umrah Dr. Abdulfattah bin Sulaiman Mashat mengatakan bahwa setelah ritual haji selesai, para peziarah akan menjalani pemeriksaan medis.Pemerintah Saudi menerapkan tindakan pencegahan ketat tahun ini untuk memastikan musim haji yang aman. “Ada rencana terperinci untuk setiap langkah yang dilakukan peziarah; fokus utamanya adalah bagaimana menerapkan tindakan pencegahan medis

Bashir Fadlallah Al-Faeq, yang berasal dari Republik Afrika Tengah, menyatakan rasa terima kasihnya untuk dapat berpartisipasi dalam musim haji yang luar biasa tahun ini. “Saya merasa aman dan percaya diri dengan tindakan pencegahan yang luar biasa dan luar biasa yang diambil oleh pihak berwenang untuk membatasi penyebaran pandemi.”Keamanan Publik Saudi mengkonfirmasi bahwa tidak ada yang bisa memasuki tempat haji tanpa izin. Lebih dari 2.000 pelanggar yang berusaha menyusup ke daerah-daerah ini ditangkap dan tindakan hukum diambil terhadap mereka.

Pangeran Abdul Aziz bin Saud bin Naif, menteri dalam negeri dan ketua Komite Tertinggi Haji, mengadakan pertemuan virtual dengan para pemimpin sektor keamanan pada hari Minggu. Dia menyampaikan salam Raja Salman dan putra mahkota kepada para petugas keamanan dan para pemimpin sektor keamanan yang berpartisipasi dalam misi haji tahun ini.(arabnews/lpitan6/nt/ckm)

 

Komentar

Berita Lainnya