oleh

Patung Si Pahit Lidah di Jantung Kota Lahat

SUMEKS.CO, LAHAT – Selain melakukan revitalisasi Pasar Lematang menjadi pasar tradisional modern, Pemkab Lahat tahun 2022 juga berencana akan menonjolkan monumen baru yang akan jadi icon Kabupaten Lahat dimasa mendatang. Yakni pembangunan Patung Si Pahit Lidah.

Secara geografis, Kabupaten Lahat terletak antara 3,25 derajat sampai 4,15 derajat Lintang Selatan, dan 102,37 derajat sampai 103,45 derajat Bujur Timur Katulistiwa. Luas wilayah Kabupaten Lahat mencapai 4.361,83 Km2 (tabel 1.1.1). Kabupaten Lahat memiliki batas-batas wilayah diantaranya sebagai Berikut :

Sebelah Utara berbatasan dengan Kabupaten Muara Enim dan Musi Rawas Sebelah Selatan berbatasan dengan Kota Pagaralam dan Kabupaten Bengkulu Selatan, Propinsi Bengkulu Sebelah Timur berbatasan dengan Kabupaten Muara Enim Sebelah Barat berbatasan dengan Kabupaten Empat Lawang.

Monumen yang berada di titik nol Kota Lahat ini sejatinya menjadi sebuah icon, melambangkan identitas dan cermin budaya daerah. Namun nyatanya, Tugu Jam yang masih berdiri saat ini, tidak memberikan filosofi yang kuat terhadap lokal budaya di Kabupaten Lahat.

Untuk itu Bupati Lahat, Cik Ujang SH bersama Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Lahat, berencana akan membangun sebuah monumen baru yang bisa menunjukkan jati diri Kabupaten Lahat.

Menunjukkan kegagahan Kota Lahat kepada wasyarakat luar yang melintas, dengan menampilkan kegagahan sosok dari Si Pahit Lidah.

Pembangunan monumen Si Pahit Lidah ini akan menggantikan Tugu Jam yang berada di tengah perempatan Pasar Tradisional Modern Lematang. Dengan sikap sedang berdiri menunjuk ke arah depan (arah selatan), dan berada diatas sebongkah batu yang muncul sedikit menjorok ke depan atas. Patung Si Pahit Lidah terlihat gagah dan berwibawa, seakan segala ucapannya adalah kebenaran.

“Kenapa perwujudan Si Pahit Lidah?. Filosofi yang tumbuh dan berkembang di masyarakat Kota Lahat, cerita legenda Si Pahit Lidah inilah yang menjadi dasar konsep rencana tersebut. Tujuannya guna mengangkat khazanah daerah,” kata Kepala Bappeda Lahat, Feriyansyah Eka Putra, Minggu (11/4).

Monumen Si Pahit Lidah ini rencananya akan dibangun setinggi 8 meter, dengan bentang diameter altar 10 meter. Agar lebih menampilkan khasan daerah, pada bagian bawah kustek akan dibangun berbaris sembilan replika megalith. Replika megalith ini menggambarkan sembilan sungai, perwujudan dari Sungai Batang Hari Sembilan sebagai keragaman di Provinsi Sumatera Selatan.

“Patung Si Pahit Lidah ini nanti akan jadi wajah baru Kabupaten Lahat, yang menuju Lahat Bercahaya. Semua mata pengendara yang melintas, nanti pasti akan tertuju pada monumen ini,” ujar Feriansyah.(irw)

Komentar

Berita Lainnya