oleh

Patut Ditiru, Pertahankan Nol Kematian Akibat Covid-19 dengan Uang Rp2,8 Miliar

Sumeks.co – Upaya Vietnam untuk menangani wabah Covid-19 patut ditiru. Selain berhasil menyembuhkan semua pasien dan menekan lonjakan, Vietnam juga berhasil mempertahankan status nol kematian. Tak ada pasien meninggal karena Covid-19 di Vietnam. Satu pasien kritis yang berprofesi sebagai pilot berhasil diperjuangkan untuk sembuh dengan biaya yang fantastis. (baca : https://sumeks.co/satu-pilot/)

Seorang pasien Covid-19 bernama Stephen Cameron, 43, pilot asal Inggris, yang dirawat di rumah sakit di Vietnam sembuh secara ajaib. Pria itu dirawat sejak Maret karena tertular Covid-19 di sebuah bar di Kota Ho Chi Minh seperti dilansir dari South China Morning Post, Rabu (10/6).

Cameron menjadi pasien Covid-19 di Vietnam dengan kondisi yang paling kritis. Pemerintah Vietnam menghabiskan lebih dari USD 200 ribu atau setara Rp 2,8 miliar untuk merawat Cameron. Dia menghabiskan waktu 47 hari untuk mendapatkan bantuan ventilator. Terakhir, kapasitas paru-parunya hanya tinggal 10 persen setelah dua bulan dalam keadaan koma.

Dokter sempat memvonis dia membutuhkan transplantasi paru-paru untuk bertahan hidup. Tetapi kondisi Cameron ternyata cukup membaik sehingga dia bisa duduk dan menggerakkan kakinya.

“Kami tidak percaya pasien dapat pulih begitu cepat,” kata Wakil Kepala sub-departemen pengobatan di Komite Pengarah Nasional, Luong Ngoc Khue, kepada Vietnam News.

“Ini adalah upaya yang luar biasa. Pemulihan ajaib pasien adalah dorongan bagi para dokter untuk upaya dan pengabdian mereka yang tak kenal lelah,” imbuh Luong Ngoc Khue.

Vietnam sejauh ini hanya memiliki 332 kasus positif Covid-19 yang dikonfirmasi dan tanpa kematian. Perbatasan tetap tertutup, kecuali bagi warga negara dan pakar asing dengan izin kerja yang valid dan sertifikat uji Coronavirus. Karantina 14 hari juga diwajibkan saat kedatangan.

Pemerintah Vietnam mengatakan akan berusaha untuk memulihkan penerbangan internasional ke negara-negara yang telah bebas dari virus Korona selama 30 hari. Dan akan melanjutkannya dengan frekuensi dan prioritas terbatas yang diberikan kepada para ahli dan investor asing.

“Pembukaan kembali tetap harus sangat hati-hati mengingat begitu kompleksnya pandemi ini,” kata Perdana Menteri Nguyen Xuan Phuc kepada Vietnam Television.(jawapos.com)

 

Komentar

Berita Lainnya