oleh

Paulo Dybala Ungkap Pengalaman Lawan Covid-19: Saya Hampir Tidak Bisa Bernapas

TURIN – Bintang Juventus, Paulo Dybala yang dinyatakan positif terinfeksi Virus Corona pekan lalu, mengaku kondisinya sudah membaik. Ia juga bercerita pengalamannya pada masa-masa kritis melawan penyakit Covid-19 itu.

Wabah Corona tentu saja menjadi berita utama di seluruh dunia selama beberapa pekan terakhir.

Skala situasi telah membuat penyebaran virus ini berlabel pandemi, karena tingkat infeksi di seluruh dunia terus meningkat pada fase yang mengkhawatirkan.

Sampai Jumat kemarin, lebih dari 577.000 orang di seluruh planet ini dinyatakan positif COVID-19, 266 di antaranya telah meninggal dunia.

Salah satu bidang yang terpukul oleh wabah COVID-19, adalah dunia olahraga.

Dalam upaya untuk mencegah penyebaran virus lebih lanjut di antara penggemar dan pemain, sebagian besar kompetisi olahraga tingkat tinggi di seluruh dunia terhenti.

Termasuk sepak bola, dengan semua liga top-5 Eropa, bersama dengan Liga Champions dan Liga Eropa, telah ditunda untuk sementara waktu.

Sejumlah kasus virus corona positif juga telah dikonfirmasi di klub-klub top di Eropa.

Mikel Arteta, Callum Hudson-Odoi, Marouane Fellaini dan Paolo Maldini semuanya telah didiagnosis terpapar virus mematikan itu selama beberapa minggu terakhir.

Raksasa Italia Juventus, juga sangat menderita karena wabah ini.

Setelah bek Daniele Rugani disebut sebagai pemain pertama dari salah satu raksasa Eropa yang dites positif COVID-19, kemudian dikonfirmasi bahwa Blaise Matuidi juga tertular virus itu.

Penyerang bintang Paulo Dybala kemudian mengikutinya akhir pekan lalu, mengkonfirmasikan tes positifnya sendiri melalui sebuah posting di media sosial. Ia dan kekasihnya, Oriana Sabatini positif Covid-19.

Apa yang Dybala belum diungkapkan pada Tweet sebelumnya, adalah seberapa parah dia selama puncak cobaan COVID-19-nya.

Berbicara kepada akun Youtube resmi Juventus, Jumat (27/3/2020), pemain internasional Argentina mengakui bahwa, pada satu titik, ia hampir tidak bisa bernapas.

“Saya mengalami gejala yang kuat, tetapi hari ini saya sudah merasa jauh lebih baik,” kata mantan penyerang Palermo itu.

“Sekarang saya bisa bergerak lebih baik, berjalan dan mencoba melatih. Ketika gejalanya sangat kuat saya rasakan, saya hampir tidak bisa bernapas, saya tidak bisa melakukan apa pun setelah lima menit,” beber Dybala.

“Otot-otot saya terasa sakit. Untungnya, Oriana dan saya lebih baik sekarang,” pungkas Dybala. (fat/pojoksatu)

Komentar

Berita Lainnya