oleh

PAW Beda Dapil Kembali Digugat!

PALEMBANG – Diduga ada masalah dalam proses PAW (Pergantian Antar Waktu) anggota DPRD kabupaten Lahat, sisa masa jabatan 2014-2019, karena ada perbedaan daerah pemilihan.

PAW itu dari Ir Hudson Arpan, dari partai PPP, dapil 2 Merapi Area kepada Agus Riansyah SAg, dapil 1 kota Lahat.

“Ya, jelas sudah melanggar hukum, saya dari dapil 2, sedangkan Agus Riansyah dari dapil 1,” ujar Hudson Arpan.

Apalagi kata Hudson, Caleg dari dapil 2 sudah semua dipecat PPP, dan sesuai UU No. 23 tahun 2014, pasal 197 ayat 1, anggota DPRD kabupaten kota yang di PAW digantikan Caleg yang memperoleh suara terbanyak urutan berikutnya.

Menurutnya, PAW seharusnya tetap dipilih dari dapil 2, bukan diambil dari dapil 1. “Bahkan, Caleg dibawah nomor urut saya Helpeni Reza saat ini sedang menggugat ke pengadilan,” ungkap Hudson lagi.

Hudson juga menunjukkan surat Biro Otda Sumsel kepada Gubernur Sumsel berupa Nota Dinas Nomor: 048/ND/I/2019.

Isinya? Proses PAW anggota DPRD Lahat, Hudson Arpan kepada Agus Riansyah, belum dapat diproses, karena adanya perbedaan daerah pemilihan.

“Nah, ini ‘kan membingungkan, seharusnya Gubernur bisa lihat ulang Nota Dinas dari Biro Otda  Sumsel ini, jangan langsung mengeluarkan surat pelantikan,” tegasnya.

Infonya, Senin (28/1), masyarakat Merapi Area akan melakukan aksi unjuk rasa ke kantor DPRD Lahat. Tujuannya, untuk meminta Gubernur melakukan pembatalan pelantikan tersebut.

“Sebab masyarakat merapi area tidak setuju dengan penunjukan PAW dari dapil 1 yang merupakan dapil kota Lahat,  bukan dari dapil Merapi Area,” ungkap Hudson lagi.

Sementara itu, saat dihubungi melalui sambungan telepon, Ketua DPW PPP Sumsel Agus Sutikno SE MM MBA membenarkan adanya PAW (pergantian antar waktu) DPRD Lahat dari Ir Hudson Arpan dari Dapil 2 kepada Agus Riansyah SAg dari Dapil 1.

“Sudah lama ini, saya nggak mau ungkit lagi. Dia ini di PAW karena pelanggaran organisasi. Sudah gugat dan perkaranya sudah inkracht,” jelasnya.

Soal kenapa itu bisa digantikan dari Dapil lain, menurut Agus, sebaiknya ditanyakan pada KPUD.

“Kalau tidak bisa tentunya tidak mendapat rekomendasi. Kenapa itu bisa, itu ada di aturan,” tegas Agus Sutikno.

Menyinggung adanya beberapa nama Caleg urutan di bawah Hudson Arpan yang dipecat partai, Agus yang juga Wakil Ketua Komisi III DPRD Sumsel mengaku partainya memiliki alasan kuat.

“Itu kan pendapat mereka yang mewakili orang yang di-PAW. Data ketentuannya jelas. Kenapa mereka diberhentikan, karena memang sudah tidak aktif lagi,” terangnya.

Menanggapi kasus PAW ini, Hepriyadi, SH MH, Komisioner KPU Sumsel Divisi Hukum dan Pengawasan mengatakan, memang ada aturan soal PAW anggota dewan dari Dapil terdekat.

Itu pun kalau  tidak ada lagi Caleg diurutan bawahnya,  maka diambil dari Dapil terdekat. “Mengapa bisa, silahkan kroscek ke partainya,” tandas Hepriyadi. (cj15)

Komentar

Berita Lainnya