oleh

PDAM Empat Lawang Salah Urus dan Mati Suri

EMPAT LAWANG – Ternyata PDAM Kabupaten Empat Lawang selama ini salah urus dan sampai saat ini mati suri. Bahkan karyawannya pun tidak menerima gaji.

“PDAM kita ini salah urus, PDAM kita ini sekarang mati suri, karyawannya tidak bergaji. Sekarang sedang diaudit oleh akuntan publik,” ungkap Bupati Empat Lawang, H Joncik Muhammad kepada pers.

Lanjut Joncik, BPK menyarankan Pemda Empat Lawang bisa mensubsidi lagi PDAM tersebut, jika sudah dilakukan audit akunting dan saat ini sudah berjalan.

“Kemarin hari Rabu, itu audit berjalan di Palembang dan saya menunjuk Plt Direktur PDAM Empat Lawang yang baru Sudibyo yang merupakan pegawai di PDAM dan sudah berpengalaman,” ujarnya.

Direktur PDAM, dijelaskan Joncik, sudah diperintahkan untuk menyiapkan laporan keuangan. Pasalnya sudah dua tahun laporan keuangan PDAM tersebut tidak ada.

“Bayangkan sebuah perusahan daerah BUMD yang sudah menjadi Badan Layanan Umum Daerah tidak ada laporan pertanggungjawaban keuangan,” keluhnya.

Jadi jangankan laporan rekening koran, laporan tahunan pun tidak ada. Saya minta ini selesaikan dan Alhamdulillah sudah selesai baru bisa diaudit, kalau itu sudah selesai baru kita bisa melangkah lebih lanjut,” tegasnya.

Ditambahkan Bupati, ia sudah tahu persis persoalan PDAM tersebut, bukan persoalan anggaran. Pasalnya sumber air di Empat Lawang potensinya luar biasa.

“PDAM kita ini cukup Rp50 juta saja sudah bisa jalan, seluruh fasilitas infrastruktur sudah siap di Tebing, di Pendopo di Ulu Musi,” ujarnya.

Dan dirinya juga sudah minta ke BPK untuk melakukan audit investigasi, dengan tujuan, kemana uang PDAM yang selama ini dipungut dari pelanggan PDAM?

Sementara Dewi, salah satu pelanggan PDAM Empat Lawang di kawasan Pasar Tebing Tinggi mengeluhkan pelayanan PDAM karena air sering macet.

“Kami bayar terus PDAM, tapi airnya sering macet kadang mati. Kami minta PDAM dikelola lebih baik lagi. Apalagi nanti masuk musim kemarau,  air sangat dibutuhkan,” pintanya. (eno)

Komentar

Berita Lainnya