oleh

Pegawai ‘Nakal’, Kadali Petugas dengan Nopol Hitam

SUMEKS.CO, MURATARA – Intruksi Bupati Muratara agar pegawai Pemda Muratara wajib berdomisili di Muratara, serta tidak bolehnya membawa mobil dinas keluar daerah, nampaknya masih dilanggar.

sejumlah pegawai masih bermain kucing-kucingan dengan petugas, sejumlah PNS di Kabupaten Muratara, kelabui tim pengawas lapangan dengan modus ganti nomor polisi dari dinas ke nomor polisi (nopol) warna hitam, lintasi wilayah perbatasan.

Sejumlah anggota Sat Pol PP Kabupaten Muratara, hingga Selasa (13/4) terus melakukan pengawasan khususnya di wilayah perbatasan Muratara-Musi Rawas.

Mereka diintruksikan melakukan monitoring dan mencatat, PNS maupun mobil dinas yang keluar daerah, Muratara. Seluruhnya akan di catat dan dimasukan dalam kategori tertentu.
Kasat Pol PP Muratara, Firdaus melalui Berry kasi penindakan Pol PP Muratara, membenarkan jika saat ini setiap hari mereka melaksanakan pengawasan di wilayah perbatasan. Dia mengaku, masih banyak kendaraan dinas yang keluar masuk maupun PNS yang pulang ke luar Muratara.
“Banyak yang kucing-kucingan dengan kami. Mereka sering pakai modus mengganti plat merah dengan plat hitam, supaya tidak ketahuan karrna sulit diawasi,” katanya.
Untuk saat ini, bagi pengendara mobil dinas maupun PNS yang terjaring razia pengawasan, maka akan diberikan teguran oleh petugas dan di catat serta dilaporkan ke atasan.
“Kalau sekarang kita baru berikan teguran saja. Tapi nanti ke depan jika masih ada pelanggaran, maka kami diperbolehkan melakukan penahanan atau penyitaan terhadap mobil dinas untuk diamankan,” tegasnya.
Sebelumnya, Bupati Muratara H Devi Suhartoni menegaskan, seluruh PNS di wilayah Muratara, harus berdomisili di Muratara. Serta kendaraan dinas tidak boleh di bawa ke luar daerah, ketetapan itu di berlakukan sejak 1 April 2021.
Menurutnya, ketentuan itu berlaku bagi seluruh pegawai yang bekerja di Muratara. “Dalam setiap keputusan tentunya ada yang positif dan ada yang negatif. Apapun putusannya, akan saya jalankan dengan maksimal. Terserah orang lain suka atau tidak suka,” tegasnya.
Dengan intruksi tegas seluruh pegawai Muratara wajib berdomisili di Muratara, dilandasi beragam faktor. diantaranya, pegawai Pemda Muratara harus ikut andil memacu pertumbuhan ekonomi, kesejahtraan dan peningkatan SDM masyarakat.
“Bagaimana mau maju Muratara kalau pegawai tinggal diluar sana. Cari uang di sini, habiskan uang dan belanjanya di luar daerah,” timpalnya. Dia kembali menegaskan, seluruh pegawai agar tetap tertib dan patuhi peraturan yang berlaku.
Khusus kendaraan dinas, Pemerintah sengaja melakukan pendataan ulang. Dan meminta sejumlah kendaraan itu dipergunakan sesuai fungsinya, untuk menunjang pegawai dalam menjalankan tugas di Kabupaten Muratara. “Kendaraan dinas hanya untuk oprasional di Muratara saja, bukan oprasional diluar daerah,” tutupnya. (cj13)

Komentar

Berita Lainnya