oleh

Pegawai Off Dipantau, Masuk Kembali Tes Swab

PROTOKOL kesehatan ketat dilakukan PT Medco E&P Indonesia terhadap pegawainya yang bekerja baik di bagian produksi maupun kantor selama pandemi COVID-19 melanda Tanah Air. Salah satunya diterapkan Rimau Assets.

DENDI ROMI – Palembang

Produksi minyak dan gas yang dilakukan PT Medco E&P Rimau Assets sama sekali tidak terganggu selama pandemi COVID-19. Sejak terjadinya pandemi, operasional produksi dan kantor di perusahaan nasional itu tetap berjalan. Hanya saja semua aktivitas tersebut tetap berjalan dilakukan dengan menerapkan protokol kesehatan yang sangat ketat.

“Sejak Pemerintah secara resmi mengumumkan pandemi COVID-19, Medco E&P Indonesia (Medco E&P) terus meningkatkan kewaspadaan dalam operasinya, dimana kesehatan dan keselamatan pekerja dan kontraktor merupakan prioritas utama Perusahaan,” kata VP Relations & Security Medco E&P Drajat Panjawi kepada SUMEKS.CO, Jumat (23/10).

Untuk memastikan kesehatan pekerja dan kontraktor, perusahaan telah mengambil semua langkah yang diperlukan. Seperti melakukan isolasi mandiri, karantina di tempat yang ditetapkan, dan dan tes Polymerase Chain Reaction (PCR) secara rutin sebelum bertugas.

Pekerja yang libur atau off tidak diperkenankan pergi ke luar kota atau liburan. Perusahaan menerapkan monitoring menggunakan aplikasi Google pada Android  pekerja. Dengan demikian keberadaan pekerja yang libur akan terpantau jika keluar kota. “Kita juga mewajibkan pekerja untuk membuat laporan menggunakan format Google Form tiga kali sehari selama libur. Tidak main-main perusahaan menerapkan protokol kesehatan bagi pekerjanya,” ujar Drajat Panjawi.

Bagi pekerja yang akan masuk kerja diwajibkan melaksanakan karantina di tempat tertentu selama lima hari dan mengikuti swab test di hari kelima. Hasil swab test akan diketahui di hari berikutnya. Jika hasilnya negatif, maka pekerja tersebut boleh menuju lokasi pekerjaan. Tetapi jika positif, maka yang bersangkutan harus kembali ke rumah dan melakukan karantina mandiri.

Hasil swab negatif akan menjadi acuan bagi pekerja selama berada di lokasi perusahaan. Tidak perlu dilakukan tes kesehatan lainnya. Sebab sudah ada hasil swab yang secara medis tidak diragukan keakuratannya.

Selain mengawasi kesehatan pekerja, perusahaan juga memastikan kesehatan kontraktor yang memasok barang atau kebutuhan bagi perusahaan. Pegawai kontraktor yang akan masuk ke lokasi perusahaan diwajibkan menyertakan hasil rapid test. “Perusahaan melarang pegawai kontraktor yang tidak menyeratkan rapid test saat mengantar barang,” tuturnya.

Bagaimana dengan protokol kesehatan di kantor atau lokasi produksi? Drajat menegaskan bahwa protokol kesehatan diterapkan di lingkungan kerja kantor dan lokasi produksi. Seperti menyediakan tempat cuci tangan, hand sanitizer, dan menggunakan masker. Upaya sosialisasi pencegahan yang tepat terus dilakukan secara proaktif dan merekomendasikan perilaku hidup bersih kepada semua pekerja dan keluarga serta kontraktor, termasuk menjaga koordinasi yang erat dengan instansi terkait dan tim Gugus Tugas Pencegahan Penyebaran COVID-19 setempat.

“Kami akan terus memonitor dan meningkatkan kewaspadaan di lingkungan kerja perusahaan. Kami juga akan terus bekerja sesuai protokol kesehatan yang ketat untuk menjaga ketahanan energi nasional,” tandasnya. (*)

Komentar

Berita Lainnya