oleh

‘PEH MIDANG’ ke Sungsang

SUMEKS.CO – Satu-satunya kampung nelayan yang ada di Sumatera Selatan ini bernama Sungsang. sebuah nama yang konon katanya diambil dari sebuah peristiwa terbaliknya kapal yang masyarakat sering sebut dengan istilah sungsang atau terbalik. Sebuah desa pesisir yang hampir seluruh penduduknya berprofesi sebagai nelayan. Desa Sungsang sekarang telah menjadi Desa Wisata, sebuah strategi pemerintah dalam upaya mengangkat potensi pariwisata yang ada di Sungsang, desa ini dapat dikatakan desa kecil yang termasuk maju perkembangannya di provinsi Sumatera Selatan.

Terletak di wilayah paling ujung sumatera Selatan mengarah ke selat Bangka. Desa Sungsang menjadi desa dengan sumber potensi perikan terbesar di Sumatera Selatan, karena berada di sekitar Selat Bangka dan juga merupakan salah satu wilayah lintasan perairan sungai musi. Untuk sampai ke Desa Wisata Sungsang bisa menggunakan jalur darat dan laut, untuk jalur darat bisa ditempuh dengan perjalanan sekitar 3 jam dari Kota Palembang, dan 2 Jam dengan menggunakan kapal motor yang berada di bawah jembatan Ampera.

Ketika sampai di Desa Wisata Sungsang kita akan melihat perkampungan yang sangat padat dan ramai semua sisi kanan kiri jalan dipenuhi warung-warung kelontong, ada sebuah gerbang kecil dengan sambutan kata selamat datang di Desa Wisata Sungsang dengan khas lorong panjang jalan beton berukuran lebar 3 meter yang membentang sepanjang jalan desa. Karena perkampungan desa Sungsang ini berada tepat di atas air, tak heran kebanyakan rumah masyarakat Sungsang adalah rumah panggung khas perkampungan nelayan dengan banyak kapal-kapal bersandar.

Untuk menuju desa Sungsang IV harus melawati dusun marga Sungsang, Sungsang I, II, III terlebih dulu, batas antar kampung ditandai dengan gerbang yang menyambut dengan ucapan selamat datang sepanjang jalan lurus itu banyak sekali becak engkol berseliweran membawa penumpang. Menikmati jalan perkampungan sungsang yang bergelombang menjadi pengalaman khas sekaligus menegangkan dengan deretan warung kelontong disisi kanan dan kiri jalan, bisa dikatakan merupakan pasar panjang di desa Sungsang. Pemandangan lain yang bisa disaksikan yaitu masyarakat yang sedang mengayam jala ikan, menjemur kerupuk, anak-anak mandi di sungai dan ramahnya senyum khas masyarakat desa menambah kesan mendalam mengunjungi desa wisata Sungsang ini. Menggunakan becak untuk menikmati perkampungan desa Sungsang adalah pengalaman yang mengesankan, sensasi menggunakan transportasi tradisional jadi cerita tersendiri.(*)

Komentar

Berita Lainnya