oleh

Pejabat dan ASN Banyak Nunggak PLN

PALI – Badan usaha milik negara, PT PLN Area Lahat Rayon Pendopo Talang Ubi mencatat tunggakan pelanggan di wilayah Bumi Serepat Serasan mencapai Rp13 miliar, terhitung sebelum dan sesudah menjadi Daerah Otonom Batu (DOB), hampir 10 tahun terakhir.

Hal itu dikatakan, Kepala PLN Area Lahat Rayon Pendopo Teddy Triadi, bahwa tungakan tersebut banyak terjaddi di wilayah Kecamatan Abab khususnya di Desa Betung yang masih rendah akan kesadarannya untuk membayar tagihan listrik.

“Per September 2019 tunggakan PLN Rp17,7 miliar, sampai dengan Bulan Juni 2020 sisa tunggakan pelanggan tersisa  lebih kurang  Rp13 miliar. Dari ribuan pelanggan, 95 persen pelanggan didominasi oleh masyarakat umum, bahkan ada pelangan ekonomi menengah keatas, Pejabat Publik, PNS hingga Anggota dewan yang nunggak PLN,” ungkapnya.

Dirinya mengatakan, saat ini ada dua tunggakan yang cukup signifikan di Sumatera, yaitu di Bengkulu dan Area Lahat Rayon Pendopo. Untuk itu pihaknya terus melakukan imbauan dan sosialisasi kepada pelanggan yang belum membayar tagihan listriknya kepada PLN.

“Para pelanggan juga masih diberi kelonggaran dan tunggakan bisa dianggsur. Dimana, sejauh ini belum ada pemutusan atau pengurangan daya di titik-titik pelanggan yang menunggak bayar,” lanjutnya.

Selain itu, pihaknya juga akan terus melakukan penagihan di lapangan untuk meminimalisir nilai tunggakan pelanggan. Salah satunya dengan mengerahkan petugas untuk melakukan penagihan dan pengecekan serta bekerjsama dengan Kejaksaan dan Polri.

“Dengan banyaknya tunggakan otomatis berdampak kepada pelayanan PLN tidak optimal dan PAD juga berkurang. Oleh sebab itu, dalam hal ini PLN mengimbau pelanggan untuk membayar rekening listrik tepat waktu,” pungkasnya. (ebi)

Komentar

Berita Lainnya