oleh

Pekan Kebudayaan Nasional Oktober 2019

-Budaya-69 views

Sumeks.co .  Penyelenggaraan Pekan Kebudayaan Nasional rencananya akan dilaksanakan pada 13 Oktober – 19 Oktober 2019 mendatang di Istora Senayan, Jakarta. Kegiatan Pekan Kebudayaan Nasional ini diselenggarakan secara berjenjang, dari tingkat kabupaten/kota hingga ke level provinsi.

Sekretaris Direktorat Jenderal (Ditjen) Kebudayaan, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), Sri Hartini, melaporkan hal ini dalam Rapat Koordinasi Pekan Kebudayaan Nasional,  di Jakarta.

Sri Hartini menjelaskan bahwa Pekan Kebudayaan Nasional pada tahun 2019 ini mengusung tema “Napak Tilas Budaya: Menilik Ulang Watak Kebangsaaan Dalam Pola Kehidupan Masyarakat di Gugus Nusantara”.

Sri Hartini dalam laporannya pada acara Rapat Koordinasi tersebut juga mengatakan bahwa Ditjen Kebudayaan dalam hal ini telah mempersiapkan sejumlah aktivitas. Persiapan sejumlah aktivitas tersebut dilakukan, baik secara subtansi maupun teknis pengorganisasian.

Menurutnya, selama awal persiapan, sudah ada tiga kabupaten/kota yang menyatakan mendukung dan akan berpartisipasi dalam Pekan Kebudayaan Nasional 2019. Ketiga kabupaten/kota tersebut adalah Tulungagung, Asahan, dan Tasikmalaya.

Menurut Sri Hartini, bentuk kegiatan Pekan Kebudayaan Nasional 2019 akan terbagi menjadi tiga bidang, yaitu Pasanggiri (Kompetisi), Pagelaran, dan Sawalawicara (Konferensi).

“Secara proses kami sudah melakukan dengan model-model yang kami lakukan di tiga kabupaten/kota, yaitu Tulungagung, Asahan, dan Tasikmalaya. Memang, tidak seluruh komponen (Kompetisi/Pagelaran/Konferensi) dilakukan, tetapi paling tidak ada gaungan permainan tradisional,” ujar Sri Hartini.

Ia menyampaikan bawa Ditjen Kebudayaan, Kemendikbud mengajak dinas pendidikan dan kebudayaan di seluruh Indonesia untuk mensinergikan Pekan Kebudayaan Nasional. Ajakan tersebut disampaikan dalam Rapat Koordinasi Pekan Kebudayaan Nasional pada 21 Mei lalu di Jakarta.

“Inisiatif ini merupakan langkah awal dalam mengimplementasikan kelembagaan Pekan Kebudayaan Nasional sesuai wujud implementasi Kongres Kebudayaan Indonesia hasil rumusan Strategi Kebudayaan pada Kongres Kebudayaan Indonesia 2018,” kata Sri Hartini.

Ia menjelaskan bahwa Ditjen Kebudayaan Kemendikbud mengharapkan agar Pekan Kebudayaan Nasional dapat mendorong interaksi untuk memperkuat kebudayaan yang inklusif dan mampu mengembangkan nilai ekspresi serta praktik kebudayaan tradisional, sekaligus melibatkan peran serta kaum muda dalam memajukan kebudayaan.

Direktur Jenderal (Dirjen) Kebudayaan Kemendikbud Hilmar Farid, berharap, pertemuan dengan perwakilan dinas pendidikan dan kebudayaan dari berbagai daerah akan memberikan sumbangsih dalam menyukseskan Pekan Kebudayaan Nasional. Apalagi, masing-masing daerah memiliki pagelaran kebudayaan tahunan yang dikemas sesuai skema daerah.

Untuk itu, menurut Hilmar, dengan adanya pagelaran kebudayaan tahunan yang dikemas sesuai skema daerah membuat adanya perasaan semangat yang sama untuk memajukan kebudayaan melalui kegiatan bertajuk Pekan Kebudayaan Nasional.

“Di kesempatan ini sama-sama kita melihat seberapa mungkin dinas dapat terlibat secara langsung. Jika ada hambatan, mari kita diskusikan,” ajak Hilmar Farid. (whm/sp/sh.net)

Komentar

Berita Lainnya