oleh

Pekan Kebudayaan Nasional Resmi Digelar

JAKARTA –  Gagasan berlangsung dan diselenggarakannya Pekan Kebudayaan Nasional bermula cukup panjang, terutama sejak kongres kebudayaan 2018 lalu. Pekan Kebudayaan Nasional 2019 dipusatkan di Istora Senayan, Jakarta, dibuka secara resmi oleh Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko, Senin (7/10) malam.

Pekan Kebudayaan Nasional 2019 akan berlangsung hingga 13 Oktober mendatang dan menurut rencana pada saat penutupan akan dihadiri Presiden Joko Widodo.

Dalam sambutannya pada pembukaan Pekan Kebudayaan Nasional tahun 2019, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy mengatakan terselenggaranya Pekan Kebudayaan Nasional bermula dari beragamnya aneka kebudayaan yang dimiliki Indonesia namun belum diolah dan digali lebih dalam, serta kurangnya wadah dan sarana dalam apresiasinya.

“Sesuai dengan yang tertuang dalam alinea pertama UUD 1945 yang intinya adalah Indonesia yang bebas, merdeka, dan makmur. Atau merujuk pada lagu Indonesia Raya stanza ke-2 Marilah Kita Mendoa, Indonesia Bahagia,” katanya.

Menurutnya, Pekan Kebudayaan Nasional dapat menampilkan dan menggambarkan wajah Indonesia dengan kebudayaan adiluhung di dunia tanpa ada yang menyamainya.

Sementara terkait Pekan Kebudayaan Nasional yang rencananya akan rutin digelar setiap tahun, Gubernur Sumsel Herman Deru yang turut hadir pada pembukaan tersebut mengatakan Sumsel menyambut baik hal tersebut.

“Pada dasarnya Sumsel siap untuk menyelenggarakannya dimulai dari kabupaten/kota kemudian tingkat provinsi, jika ada regulasinya. Seperti pelaksanaan pekan olahraga nasional misalnya, kita siap dan mendukung asalkan telah diatur regulasinya,” ujar mantan Bupati OKU Timur dua periode itu.

Ditambahkan HD, sejatinya pekan Kebudayaan Nasional yang menampilkan beragama kebudayaan dari seluruh provinsi sangat baik, mengingat itu adalah identitas dan kearifan lokal yang harus dijaga.

“Tadi kita lihat penampilan tarian dan atraksi seni yang indah. Ini menarik. Kebudayaan yang kita miliki ini harus kita jaga,” pungkasnya. (ril/ety)

Komentar

Berita Lainnya