oleh

Pelajar Curup, Astrid Aprilia Diduga Jadi Korban Pembunuhan, Ini Data dan Faktanya

CURUP– Mencuatnya pengakuan Yo, sopir angkot yang mengaku melakukan pembunuhan terhadap pelajar Curup, Astrid Aprilia, membuat publik terkejut. Berikut hasil penelusuran dan kejanggalan yang berhasil direkam media.

PENELUSURAN

-Astrid Aprilia dilaporkan hilang 8 November 2019

-10 hari setelah Astrid menghilang, ayah Astrid, Heri dihubungi nomor yang biasa digunakan Astrid. Intinya minta tebusan Rp 100 juta. Tapi tidak pernah berhasil ketemu pelaku, meskipun sudah dijanjikan akan diantar uang sesuai kesepakatan.

-15 hari setelah Astrid menghilang, keluarga Astrid sempat video call dan mengscreenshot, karena saat itu pelaku hanya menunjukan video situasi seperti kebun jagung dan teras rumah sepintas tanpa menunjukan wajahnya.

-Mendapatkan petunjuk, polisi bekerja keras melakukan pelacakan terhadap nomor Astrid dan paling sering aktif di wilayah Kelurahan Sukaraja Kecamatan Curup Timur.

-Tepatnya Kamis (16/1) malam polisi berhasil memastikan lokasi nomor handphone astrid sering aktif yaitu di titik lokasi rumah Yo. Serta lokasi rumah Yo cocok dengan foto screenshot yang dilakukan keluarga Astrid saat video call dengan pelaku.

-Jumat (17/1) sekitar pukul 11.00 WIB, polisi mengamankan Yo saat sedang mengangkut penumpang di salah satu sekolah kawasan Kelurahan Talang Ulu. Setelah mengamankan Yo, polisi akhirnya berhasil mendapatkan barang bukti nomor dan handphone yang digunakan pelaku untuk menghubungi keluarga Astrid.

KEJANGGALAN

-Keterangan Yo kepada polisi masih berubah-ubah dan berbelit-belit. Belum bisa dipastikan apakah Astrid sudah meninggal atau masih dalam kondisi disekap.

-Keterangan terakhir Yo, dirinya membunuh korban sehari setelah berhasil menyekap korban (satu hari setelah Astrid dinyatakan hilang). Alasannya untuk menguasai motor dan handphone korban, bukan karena motif lain.

-Pengakuan Yo jasad Astrid sudah dibuang ke bawah jembatan Air Merah Desa Air Merah Kecamatan Curup Tengah. Namun setelah dilakukan pencarian hingga Selasa (21/1) sore, tidak ditemukan jasad Astrid. Selain itu posisi sungai dangkal atau hanya sehingga lutut orang dewasa karena aliran sungai sedang surut.

-Fakta lain, dari keterangan saksi yang dititip motor korban, Yo menitipkan motor tersebut lebih kurang dua minggu selum akhirnya dilaporkan ke polisi, karena motor tersebut tidak kunjung diambil oleh Yo (posisi saksi tidak tahu Yo sudah diamankan). Saat Yo menitipkan motor, saksi mengaku melihat Yo saat itu bersama wanita yang diduga merupakan Astrid.

-Sehingga ini menimbulkan kejanggalan dari pengakuan Yo yang mengatakan kalau Astrid sudah dibunuhnya sehari setelah dikabarkan menghilang.

-Sehingga polisi hingga Selasa (21/1) malam belum bisa memastikan apakah Astrid sudah meninggal dunia atau masih hidup. Keterangan Yo juga masih berubah-ubah saat dimintai keterangan. (harianrakyatbengkulu.com)

Komentar

Berita Lainnya