oleh

Pelajar Dominasi Pasien Rehab Narkoba

PRABUMULIH – Penyalahgunaan narkotika di kota Prabumulih benar-benar memprihatinkan. Bahkan, dari total pasien yang menjalani rehabilitasi narkotika, 40 persen diantaranya merupakan pelajar. Hal itu diungkap Kepala BNN (Badan Narkotika Nasional) Prabumulih, Ibnu Mundzakir, dibincangi usai acara penandatanganan perjanjian kinerja P4GN antara BNN dan Disdikbud Kota Prabumulih di aula Disdikbud Kota Prabumulih, kemarin (26/4).

“Ya banyak pengguna usia remaja bahkan di 2019 penyalahgunaan terbanyak dari lingkungan pelajar,” ujarnya. Belum lama ini, pihaknya mendapati pelajar yang hafal alquran 2 juz dan saat di tes urine ternyata positif.

Masih kata Ibnu. Sepanjang tahun 2019 ini, sudah ada sekitar 40 orang yang menjalani rehabilitasi narkotika dan pelajar merupakan tertinggi atau mencapai lebih-kurang 40 persen.

Untuk itu, sambungnya. Pihaknya bekerjasama dengan Disdikbud melakukan MoU untuk melakukan sosialisasi serta membentuk Satgas (satuan tugas) dan relawan anti narkoba. “Kita berharap setiap sekolah ada relawan anti narkoba,” terangnya seraya menyebut kegiatan tersebut juga berdasarkan instruksi Presiden dan petunjuk pelaksanaan dari Mendagri berdasarkan Permendagri nomor 12/2019 sehingga bisa terlaksana dan terstruktur dengan baik.

Masih kata Ibnu. Nantinya pihaknya juga akan melakukan tes urine di sekolah-sekolah dan diberikan sanksi bagi pelajar yang kedapatan positif. “Bila perlu kita harapkan seluruh siswa menjadi relawan anti narkoba,” imbuhnya.

Kepala Dinas Pendidikan Prabumulih, Kusron menegaskan. Pihaknya akan memberikan tindakan paling tegas terhadap siswa yang kedapatan memakai narkotika dan akan diserahkan kepada hukum yang berlaku. “Namun harapan kami dengan kegiatan ini siswa bisa menjauhi narkoba,” imbuhnya.

Ditambahkan Plt Sekda Prabumulih, H Asymuni Hambali. Pemberantasan dan pencegahan narkoba bukan kewajiban BNN saja tapi semua elemen masyarakat. “Tujuannya menyelamatkan bangsa,” tukasnya.

Pihaknya sengaja melakukan kerjasama dengan Dinas Pendisikan karena langsung berhadapan dengan siswa SD, SMP, SMA dan usia masa remaja yang rawan terhadap narkoba. “BNN MoU menjalin kerjasama dengan Dikdik untuk sosialisasi dan pencegahan terhadap betapa hebatnya bahaya narkoba,” tukasnya. (chy)

Komentar

Berita Lainnya