oleh

Pelaku Pembunuhan Petani Cabe Tertangkap

Motif, Tersangka Kesal Korban Sering Telpon Istrinya

PRABUMULIH – Teka teki siapa pelaku pembunuhan korban, Romadon Jailani (42), petani cabe tinggal di Kebun Cabe Jalan Pelangi Kelurahan Gunung Ibul, Kecamatan Prabumulih Timur terjawab.

Pelakunya, adalah Warnel alias Menel (37), merupakan rekan korban tercatat sebagai warga Dusun 08 Lereng Kolot RT 08/RW 08 Kelurahan Sukamarta, Kecamatan Abung Tinggi, Kabupaten Lampung Utara, Provinsi Lampung.

Ia berhasil ditangkap Tim Nobatz Unit Reskrim Polsek Prabumulih Timur diback up Resmob Polda Banten di Kandang Ayam milik Oman berada di Jalan Raya Anyar Desa Kosambi Pondok, Kecamatan Anyar, Kabupaten Serang, Provinsi Banten, Senin (22/2/2021), sekitar pukul 11.30 WIB.

Usai diringkus, tersangka langsung digiring ke Prabumulih untuk diproses hukum guna mempertanggung jawabkan perbuatan di Polsek Prabumulih Timur.

Kapolres Prabumulih, AKBP Siswandi SH SIk MH melalui Kapolsek Prabumulih Timur, AKP Herman Rozi SH MH didampingi Kanit Reskrim, Ipda Haryoni mengungkapkan, tertangkapnya kasus ini tak lepas jerih payah penyelidikan dilakukan anggotanya. Dan, selama seminggu berada di Kabupaten Serang mengendus keberadaan tersangka hingga tertangkap.

“Hasil intrograsi terhadap tersangka, motifnya tersangka kesal karena korban sering menghubungi istrinya. Karena, cemburu akhirnya pada 28 Desember silam, sekitar pukul 00.30 WIB. Tersangka Menel, mendatangi pondok korban melihat korbannya sedang tidur lalu tersangka memukul korban dengan sebaik kayu hingga kepala korban pecah. Dan, tubuh korban mengalami luka penganiayaan sehingga akhirnya meninggal dunia,” tukasnya sambil mengingatkan masyarakat, untuk mengontrol emosi sehingga tidak terjadi perkara pidana tidak diinginkan.

Akibat ulahnya, kata Herman, Tersangka dijerat dengan Pasal 365 KUHP dan atau Pasal 338 KUHP. “Ancaman penjaganya, selama 15 tahun. Kasusnya, masih terus kita kembangkan,” pungkasnya.

Dihadapan petugas, tersangka Menel mengaku, kesal dengan korban berkali-kali telpon dengan korban. “Akibat dia (korban, red), sering telpon dengan istri saya. Kita jadi ribut, hingga akhirnya saya meninggalkan rumah,” kilahnya.

Korban juga, kata dia, sempat ditanyai dan mengakui, sering berkomunikasi dengan istrinya. “Ketika ditanya, sempat marah makanya saya kesel. Dan, berbuat nekat menganiaya dia hingga meninggal dunia ketika dia tidur. Saya pukul pakai balok kayu. Hanya dipukul sekali pakai kayu, dan lalu dengan tangan. Dan, kabur meninggalkan korban di rumahnya dengan membawa sepeda motor korban,” akunya. (03)

Komentar

Berita Lainnya