oleh

Pelaku Penusukan Hingga Korban Meninggal Ditangkap Jatanras Polda Sumsel

SUMEKS.CO – Team opsnal Unit I Subdit III Jatanras Ditreskrimum Polda Sumsel, berhasil mengungkap kasus pembunuhan dan pencurian terhadap Khairuddin Subatra alias Heru (39) warga Jl Naskah II, Lr Padi, RT 31/05, Kecamatan Sukarami, Palembang, yang terjadi, Sabtu (6/6/2020) sekitar pukul 02.00 WIB di depan teras rumahnya.

Korban ditemukan bersimbah darah dengan posisi duduk dan terluka di bagian leher. Menurut saksi tetangga korban Tono, Zahri dan Candra, sempat dipanggil oleh teman korban.

Korban kemudian dibawa ke RSMH Palembang oleh para saksi namun teman korban tidak ikut tapi malah membawa kabur membawa sepeda motor Honda Beat warna putih biru dan handphone (hp) samsung Galaxy V milik korban.

Aksi pembunuhan dan pencurian ini dilakukan oleh dua tersangka yakni RK (16) warga Jl Lettu Karim Kadir, Kelurahan Pulokerto, Kecamatan Gandus dan Rohmadhon Irwansyah alias Madon warga Jl Rya Kudu, Kelurahan Pulokerto, Kecamatan Gandus, Palembang.

Foto : Tejo/Sumeks.co

Kini kedua tersangka berhasil diamankan team opsnal Subdit III Jatanras Ditreskrimum Polda Sumsel, Rabu (1/7/2020) pimpinan Kanit l Kompol Antoni Adhi, SH, MH bersama Panit I Iptu Najamudin, SH dan Katim Opsnal Unit 1 Aiptu Heri Kusuma.

“Kami mendatangi rumah korban memakai motor Madon, setelah sampai dirumah korban kami mengajak korban kerumah Madon dengan alasan ada kerjaan sehingga korban mau diajak. Setelah korban mau ikut, kami pulangkan motor Madon kemudian pergi menggunakan motor tersangka. Dengan berbonceng tiga dengan korban.” Terang Tersangka RK, Rabu (1/7/2020).

Kemudian yang menusuk korban membabi buta Madon. Setelah menusuk korban Madon langsung melarikan diri. Imbuhnya.

Saat kejadian pada hari Jumat (5/6/2020) lalu, tersangka Rohmadhon Irwansyah alias Madon mendatangi rumah tersangka RK untuk mengajak mencuri motor. Lalu tersangka RK menjawab ada, ternyata motor yang akan dicuri milik kakak angkatnya tersangka RK yaitu motor milik korban.

Sekitar pukul 21.00 WIB kedua tersangka mendatangi rumah korban dan mengajak korban ke rumah Madon dengan alesan ada kerjaan sehingga korban mau diajak.

Selanjutnya tersangka RK membawa sepeda motor korban dengan berboncengan 3, sementara korban duduk ditengah kemudian tersangka Madon duduk paling belakang.

Ketika melewati jalan rusak yang berada di jalan Pulokerto tersangka RK menghentikan motornya, lalu tersangka Madon bersama korban turun dari atas motor dan berjalan.

Saat berjalan itu la tersangka Madon menusuk leher korban berkali-kali secara membabi buta hingga korban terjatuh bersimbah darah tersangka Madon langsung melarikan diri.

Setelah tersangka Madon melarikan diri, tersangka RK berpura-pura menolong korban untuk dibawa ke rumah sakit. Setelah mengantar kerumah sakit, tersangka RK langsung membawa sepeda motor korban jenis honda beat warna biru- putih beserta HP android Samsung Galaxy V warna putih.

Sepeda motor korban langsung dijual tersangka RK seharga Rp1.5 juta. Uang dari hasil penjualan sepeda motor dibelikan kedua tersangka narkoba sebesar Rp400 ribu. Sisa uang dibagi dua dengan tersangka Madon. Sebagian uang tersebut dibelikan tersangka RK satu stell baju tidur.

“Uang hasil penjualan sepeda motor Rp 400 ribu dibelikan tersangka RK narkoba, lalu Rp 500 ribu diberikan tersangka RK ke tersangka Madon. Pelaku RK memang mengenal korban Heru sebagai kakak angkatnya,” tukas Kasubdit 3 Jatanras Polda Sumsel Kompol Suryadi SIk. Kedua pelaku dikenakan pasal 338 KUHP dan 365 KUHP dengan ancaman seumur hidup. (tj)

Komentar

Berita Lainnya