oleh

Pelaku Sodomi Terhadap Anak Dibekuk Polisi

Dua Kali Korban Digasak di Belakang Masjid

MUARA ENIM – Seorang pemuda berinisial DT (20), warga Tanjung Enim, Kecamatan Lawang Kidul, Kabupaten Muara Enim, ditangkap Unit PPA Satreskrim Polres Muara Enim karena diduga melakukan sodomi terhadap anak di bawah umur yang masih berstatus pelajar bernisial DP.

Aksi bejat pelaku tersebut terhadap tetangganya ini dilakukan dua kali dibelakang Masjid At Taqwa Tanjung Enim dan satu kali perbuatan serupa di dilakukan dipinggir aliran Sungai Enim Talang Gabung, Tanjung Enim dan semua sodomi yang dilakukan pelaku terjadi pada bulan April, Desember 2020 dan terakhir Februari 2021.

Setelah ada laporan dari orang tua korban Nomor LP/B-104/VI/2021/SPKT/Polres Muara Enim 10 Juni, langsung ditendak lanjuti Unit PPA Satreskrim Polres Muara Enim dan pelaku berhasil ditangkap saat berada dirumahnya, Kamis (17/6) pukul 15.30 WIB.

“Aksi tersangka ini lantaran pernah mengalami pencabulan oleh orang lain sehingga tersangka mempunyai niat untuk melakukan pencabulan terhadap orang lain,” ujar Kapolres Muara Enim AKBP Danny Sianipar SIK melalui Kasat Reskrim AKP Widhi Andika Darma SIK SH didampingi Kasi Humas RTM Situmorang saat Konfrensi Pers, Senin (21/6).

Dalam aksinya tersebut, tersangka meminta kepada korban yang sedang duduk untuk menemanai buang air kecil dibelakang masjid. Setibanya dilokasi yang ditujuh tersangka menyuruh korban untuk memperlihatkan (Maaf, red) kemaluannya lalu memaksa korban agar mau disetubuhi dengan cara membuka celana korban hasratnya nafsu bejatnya tersalurkan.

“Setelah hasratnya terpenuhi korban disuruh pulang dan meminta agar tidak menceritakan kejadian tersebut kepada orang tuanya dan orang lain. Pelaku melakukan persetubuhan terhadap korban sebanyak tiga kali,” jelasnya.

Teruangkapnya kasus tersebut, kata dia, bahwa perbuatan cabul sesama jenis ini penyakit menular. Korban DP, ternyata memiliki hasrat untuk melakukan perbuatan serupa yang dialaminya yang dilakukan tersangka DT kepada anak tetangganya. Saat itu korban ketakutan sembari menangis dan melaporkan keorang tuanya.

“Orang tua tetangga DP melaporkan kejadian tersebut ke ketua RT. Kemudian ketua RT menceritakan kepada orang tua DP atas perbuatan anaknya. Lantas DP diintrogasi orang tuanya yang disaksikan oleh ketua RT, DP bahwa dirinya nekat melakukan perbuatan tersebut setelah menjadi korban pencabulan tersangka DT. Atas pengakuan DP tersebut, orang tuanya langsung melaporkan kejadian tersebut,”terangnya.

Lanjutnya, pelaku DT dikenakan pasal 81 dan 82 UU No 17 tahun 2016 tentang perubahan kedua UU No 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak berbunyi ancaman, kekerasan atau membujuk anak melakukan perbuatan cabul dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara.

Widhi juga mengimbau kepada masyarakat Kabupaten Muara Enim untuk waspada dan hati-hati menjaga anak-anaknya. “Tidak hanya anak perempuan. Orang tua juga harus memperhatikan anak-anak laki-lakinya juga dan harus diperhatikan mulai dari pergaluannya dilingkungan rumah maupun disekolah dan sama siapa sang anak berteman, itu harus diketahui,” imbuhnya.(ozi)

Komentar

Berita Lainnya