oleh

Pelanggar PSBB Prabumulih Disuruh Bersihkan Halaman Pos Patung Kuda

PRABUMULIH – Pelaksanaan PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar) di kota Prabumulih mulai dikenakan sanksi. Bahkan, Senin (1/6) merupakan hari kedua penerapan sanksi bagi pelanggar PSBB di kota nanas.

Pantauan di posko chek point Patung kuda ditemukan dua orang pelanggar pengendara  R2 yang membawa penumpang berbeda indentitas/KTP (Kartu Tanda Penduduk), sehingga diberikan tindakan membersihkan halaman di seputar Pos Pantung Kuda.

Kedua penggar tersebut merupakan warga dari luar kota Prabumulih.

“Tujuan pemberian sanksi ini adalah untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya penerapan protokol kesehatan, dalam rangka memutus mata rantai Covid -19 khususnya di kota Prabumulih,” jelas Koordinator Pelaksanaan PSBB, Mulyadi Musa. Ia menghimbau masyarakat untuk mentaati aturan PSBB.

Sementara itu, Kabag Hukum Pemkot Prabumulih, Sanjay Yunus melalui Kasubag Penyuluh dan Bantuan Hukum, Wiwik Liswaty menerangkan, setiap pos check poin khususnya pembatasan ditugaskan kuasa hukum pemerintah kota (Pemkot) dan staf Bagian Hukum.

Tujuannya sendiri, untuk memantau pelaksanaan hukum terkait pelanggar PSBB mengacu Peraturan Walikota nomor 59/2020.

“Bagi yang melanggar peraturan PSBB, maka akan dikenakan hukuman membersihkan fasum (fasilitas umum), hukuman denda maksimal Rp 250 ribu juga karantina di tempat khusus selama 1 x 24 jam. Jika tidak mau dikenakan hukuman, jangan melanggar PSBB,” tegasnya. (chy)

 

Komentar

Berita Lainnya