oleh

Pelatihan Membuat Coneblock dari Limbah B3

Program CSR PLN UPDK Keramasan

PALEMBANG – Kembali, PT PLN (Persero) Unit Pelaksana Pengendalian Pembangkitan Keramasan (UPDK) berupaya memaksimalkan pemberdayaan masyarakat yang berada di area ring satu.

Seperti kegiatan Peningkatan Kapabilitas Pembuatan Coneblock yang merupakan bagian program Corporate Social Responsibility (CSR).

Pada kegiatan pelatihan dengan peserta 10 orang warga di sekitar area Pembangkit Listrik Tenaga PLTGU (Pembangkit Listrik Tenaga Gas Uap (PLTGU) Keramasan ini menggandeng instruktur staf pengajar dari Jurusan Teknik Sipil Politeknik Negeri Sriwijaya (Polsri), KH Rizal,ST.

Manager PLN UPDK, Shodiqin saat membuka kegiatan pelatihan menyebut ide awal dari program CSR kali ini melihat banyaknya limbah lumpur di PLTGU Keramasan yang dominan.

“Limbah tersebut berupa sisa lumpur pengolahan air yang dihasilkan oleh pengolahan air sungai menjadi air bersih ingin dimanfaatkan menjadi sesuatu yang berdaya guna. Salah satunya dibuat Batako,Coneblock dan Pavingblock untuk lantai dengan campuran material padat lainnya,” sebut Shodiqin.

Tetepi kegiatan pemanfaatan lumput saat ini masih dalam bentuk pengujian komposisi jika berhasil akan dilakukan pengajuan Izin pemanfatan Ke KLH ,soal pelibatan warga di sekitar area PLTGU Keramasan di dalam pelatihan ini, Shodiqin menyebut ini bagian dari program pemberdayaan sekaligus untuk membantu warga di area ring satu mendapatkan keahlian yang bisa dipergunakan untuk menafkahi keluarganya.

“Program CSR yang digelontorkan ini sifatnya simbiosis mutualisme. Karena kami berharap warga di sekitar area ring satu ini bisa ikut menjaga aset nasional yakni PLTGU Keramasan. Insya allah apabila perusahaan menangguk keuntungan program ini akan terus berkesinambungan,” sebutnya.

Salah seorang peserta pelatihan, Rudi (34) menyampaikan apresiasi sekaligus terima kasihnya kepada jajaran manajemen PLN UPDK Keramasan yang telah menyelenggarakan kegiatan yang sangat besar manfaatnya bagi warga, utamanya di tengah masa pandemi Covid-19 ini tidak mempunyai pekerjaan.

“Semoga apa yang kami dapatkan dari pelatihan ini akan dapat kami terapkan dan menjadi sumber penghasilan baru. Guna menafkahi keluarga di rumah,” sebut Rudi.(kms)

Komentar

Berita Lainnya