oleh

Pemahaman Volatilitas data keuangan bagi investor sebelum dan saat terjadi pandemik covid-19

Hartati, S.Si, M.Sc (Dosen  Universitas Terbuka)

Imelda Saluza, S.Si, M.Sc ( Dosen Universitas Global Mandiri)

Virus Corona (Covid-19) yang sangat cepat meluas penyebarannya memberikan dampak terhadap perekonomian di Indonesia bahkan di seluruh negara. Beberapa lembaga keuangan telah memprediksi terjadinya perlemahan ekonomi dunia, salah satu penyebabnya adalah pemberlakuan physical distancing. Indonesia memberlakukan physical distancing dan PSBB di bulan April 2020. Sejak penyebaran covid-19 masuk ke Indonesia, data keuangan di Indonesia mengalami pergerakkan yang sangat volatil. Sehingga para investor menunda investasi karena ketidakjelasan terhadap perubahan asumsi pasar.

Seperti terlihat pada gambar, sebelum dan setelah terjadinya pandemik dari covid-19 data keuangan mengalami lonjakkan pergerakkan yang sangat ekstrim. Lonjakkan-lonjakkan tersebut diistilahkan dengan volatilitas.

Volatilitas merupakan salah satu karateristik dari data keuangan, dimana pergerakkan volatilitas data keuangan sangat berkaitan terhadap meningkatnya serta menurunnya perdagangan di pasar modal. Sehingga akan menjadi suatu masalah jika data keuangan yang dimiliki mengandung volatil. Volatilitas semakin besar mengakibatkan pergerakkan yang besar juga pada data keuangan. Hal ini dapat mengakibatkan terjadinya overvalued dan undervalaued data keuangan dari suatu negara terhadap negara lain. Seperti contoh data nilai tukar Rupiah. Jika nilai tukar mata uang mengalami volatilitas yang sangat ekstrim maka perekonomian akan mengalami ketidakstabilan baik dari sisi mikro maupun makro. Besarnya volatilitas nilai tukar mata uang akan menimbulkan resiko keuntungan dan kerugian pada suatu negara termasuk Indonesia.

Salah satu strategi yang dapat diterapkan untuk mengatasi permasalahan data keuangan yang mengalami volatilitas adalah dengan melakukan peramalan, untuk mempelajari pergerakkan data akan datang berdasarkan data di masa lalu. Hasil peramalan diharapkan mampu memberikan gambaran pergerakkan kepada investor, peminjam, pemberi pinjaman, orang-orang yang melakukan bisnis dan pelaku ekonomi lainnya mengenai data keuanagan yang dimiliki.  Pada penelitian yang kami lakukan, kami berusaha menangkap volatiltas data keuangan yang mengalami pergerakkan ekstrim, yakni dengan menggunakan metode ensembel untuk mengoptimasi hasil peramalan data keuangan tersebut.(ril/wi2k)

Komentar

Berita Lainnya