oleh

Pemain atau Pelatih Dulu?

PALEMBANG – Kecenderungan campur tangan manajemen di klub Liga Indonesia memang begitu kentara. Banyak klub lebih dulu merekrut pemain sebelum kemudian menentukan pelatih. Padahal dalam sepakbola, pelatihlah yang paling tahu kebutuhan tim.

Tak terkecuali Sriwijaya FC. Dibeberapa musim kebelakang, hal serupa kerap terjadi. Pemain yang disuka oleh manajemen lebih dulu didatangkan, sebelum sang juru taktik. Inipun akhirnya berimbas pada skema permainan, dan tentunya kesempatan bermain si pemain.

Anggap saja jika tidak sesuai skema, maka meski berlabel bintang sang pemain tidak akan punya jam terbang. Alhasil klub akan merugi lantaran harus membayar gaji pemain yang kurang berkontribusi. Hal ini pula  yang jadi perhatian mantan penggawa Sriwijaya FC, Ferry Rotinsulu.

Legenda kiper Sriwijaya FC ini memang menilai klub harus merekrut pelatih dulu sebelum kemudian menjalin komitmen dengan pemain. Sebab, datangnya pelatih akan dapat menyesuaikan dengan target tim.

Termasuk Laskar Wong Kito yang menargetkan untuk hanya satu musim di Liga 2, seperti yang diungkapkan oleh Presiden Klub, Asfan Fikri Sanaf beberapa waktu lalu, sesaat setelah RUPS. “Semua kembali lagi kepada strategi pelatih, jadi lebih mudah kalau pelatih dulu yang ditunjuk,”ujarnya.

Wajar jika Ferry merasakan hal tersebut. Apalagi dirinya juga kini telah memegang lisensi kepelatihan. Tentu dari kacamatanya, sebagai mantan pemain akan sulit rasanya jika hanya menjadi penghangat bangku cadangan lantaran tak sesuai dengan skema.

Musim lalu, beberapa pemain yang sebetulnya punya skill banyak pula yang dicadangkan oleh pelatih Rahmad Darmawan di awal musim. Dari Zalnando, sampai Yu Hyun Koo yang beberapa kali tak sesuai dengan skema.

Oleh sebab itu, manajemen Laskar Wong Kito harus segera bergerak cepat dalam memutuskan pelatih yang akan segera menukangi tim ini. Termasuk rumor yang beredar, jika benar, yakni mengenai meresmikan kesepakatan lisan dengan Kas Hartadi dalam sebuah kontrak. (aja)

Komentar

Berita Lainnya