oleh

Pemain Mulai Tentukan Pilihan

PALEMBANG – Sriwijaya FC masih terlihat adem ayem. Khususnya dalam urusan rekrut-merekrut pemain di musim 2019 ini. Bukan lantaran tim Laskar Wong Kito kehilangan nafsu untuk mengarungi kompetisi Liga 2, melainkan memang tim kebesaran Sumsel ini masih fokus memperbaiki sitem manajerial yang dirundung banyak permasalahan akhir musim ini.

“Tetapi, kita tetap menyipakan langkah-langkah, yang akan dilakukan tim musim depan. Semua sudah disusun, termasuk melepas atau merekrut pemain,” terang Sekretaris PT Sriwijaya Optimis Mandiri, Faisal Mursyid, kemarin (3/1).

Apalagi, belum adanya kerangka tim musim depan, salah satunya lantaran tim yang bermarkas besar di Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring (GSJ) itu belum menentukan pelatih yang pasti.

“Step-nya kan kalau sudah ada pelatih. Barulah kita mulai rekrut pemain. Kalau sekarang, pelatihnya juga belum ditentukan,” tambah Faisal.

Masalah komposisi pemain, akan menjadi kewenangan penuh pelatih, menyesuaikan skema dan karakter yang akan dibangun di tim ini untuk mengarungi Liga 2. Masih kata pria berkacamata tersebut, soal kandidat pelatih Sriwijaya FC, sebenarnya ada banyak. Mulai dari pelatih lama Alfredo Vera, coach Kas Hartadi yang musim 2018 menukangi Kalteng Putra, hingga pelatih kawakan label Timnas Indonesia, Fachry Husaini.

“Itu sebagian kandidat. Tetapi, siapa itu yang bakal direkrut, menunggu keputusan bersama di rapat pertegahan Januari ini,” tuturnya.

Saat manajemen tengah berusaha membenahi internal sebagai persiapan di musim baru, satu per satu pemain mulai pergi. Setelah Zulfiandi ke Madura United, kini giliran Zalnando menyatakan berpisah dengan tim yang membesarkan namanya di lapangan hijau.

Ucapan perpisahan pemain kelahiran Cimahi, Jawa Barat, itu disuarakan melalui status WhatsApp dengan kalimat berbahasa Spanyol. “Gracias Por Todo” yang artinya terima kasih untuk semuanya. Kalimat itu ditulis di atas foto dirinya mengenakan jersey kuning Sriwijaya FC berjalan membelakangi tribun yang dipenuhi suporter. Selama ini, Nando dikait-kaitkan dengan Persib Bandung.

“Iya bang, kemungkinan saya keluar. Sudah ada klub baru, tapi saya belum bisa mengatakannya karena tunggu kontrak saya habis dulu di Sriwijaya FC. Ini soal etika saja karena bagaimana pun juga saya harus tetap hormat kepada Sriwijaya FC,” ungkap Zalnando, kemarin.

Putusan berat ini harus diambil karena situasi. Dari lubuk hatinya, Nando masih sangat ingin bertahan di tim yang membesarkan namanya. Nando mengungkapkan, manajemen Sriwijaya FC kurang responsif dengan nasib pemain, yang tak bisa menunggu lama.

Laskar Wong Kito baru akan memutuskan masa depan klub minggu ketiga Januari. Sementara kontraknya, kedaluwarsa sekitar medio Januari 2019. Di saat yang sama, para pemain juga masih belum dibayar gaji dua bulan terakhir, bahkan ada yang pembayaran uang muka juga belum lunas. Artinya, yang musim kemarin saja belum beres, kok sudah bicara masa depan.

“Saya juga gak bisa nunggu selama itu karena saat itu kontrak saya sudah habis. Sementara saat ini saja, gaji dan uang down payment belum dibayar lunas. Ada keluarga yang harus saya perhatikan,” ungkap Nando yang berjanji kelak akan kembali ke pelukan Sriwijaya FC.

Eksodusnya para penggawa Sriwijaya FC tak bisa terelakkan. Namun, Manajer Tim, Ucok Hidayat mengatakan hengkangnya pemain tersebut kembali pada keputusan masing-masing pemain.

“Ya, kalau tim gak bisa memaksa, orang mau pergi kok ditahan-tahan. Kalau saya sih sebenarnya pinginnya, semua pemain yang bagus kita pertahankan musim ini. Tapi kan itu gak bisa,” ujarnya, kemarin.

Usai terdegradasi, Ucok juga saat ini memang mengaku tidak bisa berbuat banyak jika melihat kapasitasnya di tim Sriwijaya FC sekarang. Karena dia juga belum mendapat petunjuk pasti, apakah bakal menjadi manajer untuk menukangi Sriwijaya FC di Liga 2 musim depan. Karena, lagi-lagi itu tergantung dari kebijakan jajaran manajemen PT SOM nantinya.

“Saya belum tahu. Kalau kami ditunjuk, ya saya siap saja. Mau itu nantinya, Sriwijaya FC main di Liga 2, atau Liga 3 saya tidak masalah. “Jadi kalau sekarang, kita hanya bisa menunggu. Keputusan dari manajemen mungkin setelah bahasan RUPS PT SOM,” ungkapnya. (cj11/kmd/aja/ce3)

Komentar

Berita Lainnya