oleh

Pemakaman Selesai, Pentakziah Belum Beranjak Pergi dari Makam Ustad Taufiq Hasnuri

SUMEKS.CO – Banyuasin- Ribuan pentakziah larut dalam duka. Tahlil, Sholawat Nabi dikumandangkan pentakziah di bawah hujan gerimis  menjelang Maghrib, Kamis(14/11).  Itu,  saat jenazah Ustad kondang Palembang  H A Taufiq Hasnuri di makamkan di sebuah tanah keluarga, Desa Gelabak Dalam, Kecamatan Rambutan, Kabupaten Banyuasin.

Kesedihan sangat terasa. Bahkan banyak yang meneteskan air mata. Ketika, Habib Mahdi menalqin, disusul Ustad Hasibuan membaca doa. ”Semoga kita mendapat i’tibar dari kejadian ini. Dan bisa melanjutan perjuangan dakwah membela agama Allah,”jelas Habib Mahdi.

Setelah pemakaman selesai. Banyak warga, pentakziah yang masih belum beranjak pergi dari makam. Mereka masih duduk berdoa kepada Allah SWT, bersholawat kepada Nabi. Karena hari sudah gelap, pantia meminta pentakziah beranjak pergi ke masjid desa tersebut. ”Malam nanti atau besok masih ada waktu,”kata seorang penitia.

Ya, tak jauh dari makam itu ada rumah panggung. Tempat inilah yang  sering disebut “padepokan” tempat Ustad (Almarhum Ustad Taufiq, red) mengajar kitab kuning  Khozinatul Asror kepada santri dan warga sekitar. Seminggu sekali almarhum datang mengaji.

Sebelum ke rumah panggung itu, ustad juga mengisi  pengajian fiqih di Masjid Nuruddin sekitar 500 meter dari makam. ”Ya ustad sering kesini mengaji . Hampir setiap hari Selasa. Ngajinya di rumah panggung  kalau dak salah kitab kuning Khozinatul Azror, ” kata P Salam salah seorang pengurus Masjid dan yang mengurus pedepokan tersebut.

TAKZIAH: Pentakziah sampai larut belum beranjak pergi. Mereke berdoa dan bersholawat nabi.

Para pentakziah ketika ditemui  online Sumeks.Co berasal dari berbagai daerah. Ada yang dari Ogn Ilir, OKI, Palembang dan warga sekitarnya. Mereka ada yang menggunakan motor, mobil, dan jalan bagi warga sekitarnya. Jalan becek, dan gerimis tak menyurutkan mereka untuk mengantar almarhum.

Ya, memang makam ini  terbilang jauh dari kota Palembang. Harus melewati Jakabaring, Plaju , dan Kecamatan Rambutan. Baru masuk ke Desa Gelebak Dalam. ”Mudah Mudahan dapat berkahnya,” kata seorang pentakziah.

Sebelum dimakamkan, Almarhum Ustad taufiq Hasnuri meninggal dunia pukul 08.40 WIB  karene penyakit ginjal, dan sering  cuci darah. Almarhum meninggal di RS Charitas, setelah sebelumnya dirawat di RSMH Mohammad Husein Palembang.

Sebelum dimakamkan, almarhum di sholati di kediaman almarhum di Pedatuan laut 12 Ulu, di Mushola Al Azhar, di Masjid Agung, dan di Masjid Nuruddin Gelebak Dalam. (tjo/ckm) 

 

Komentar

Berita Lainnya