oleh

Pemanfaatan Gambir yang Unik di Desa Toman

Terakhir, presentasi kedelapan, oleh Ketua TP-PKK Musi Banyuasin Hj Thia Yufada Dodi Reza. Program unggulan yang diangkat, pemanfaatan gambir yang uniknya di Sumsel hanya ada di Desa Toman, Kecamatan Babat Toman, Kabupaten Muba. “Limbah dari pengolahan gambir ini, kami gunakan untuk pewarna alami jumputan, yakni Gambo Muba,” urainya, sambil memperlihatkan berbagai varian produk Gambo Muba. Mulai dari kain, clutch, boneka, sepatu-sandal, payung, jaket bomber, sweater, dan lainnya.

Namun sayangnya, kebun gambir di Babat Toman yang awalnya seluas di atas 600 hektare sekitar 10 tahun lalu, kini tinggal sekitar 200 hektare. Untuk peningkatan produksi gambir ini agar berkelanjutan, pihaknya bekerja sama dengan perusahaan yang ada di Muba, melakukan plasma replanting gambir. “Untuk perajin penjumput kain, juga kami naikkan upahnya,” terangnya.

Inovasi dari Gambo Muba ini, kini disebutnya sudah sampai tingkat nasional dan internasional. Selain menjumput, pihaknya juga mengembangkan teknik ecoprint dan sibori, diusulkan dan akan masuk kurikulum sekolah di Muba untuk tingkat SD hingga SMP. “Untuk tingkat SMA, kami sudah berkoordinasi dengan Disdik Sumsel dan Kemendikbud. Ke depan kami akan terus inovasi, salah satunya lomba motif khas Muba sebelum Gambo Muba ini dipatenkan,” pungkasnya. (yun/air/ce1)

Komentar

Berita Lainnya