oleh

Pembahasan Dana Stimulan UKT Mahasiswa Terdampak COVID-19

SUMEKS.CO – Pembahasan mengenai pemberian stimulus dana dalam rangka membantu mahasiswa Sumatera Selatan yang mengalami degradasi perekonomian keluarga akibat pandemi corona virus desease (COVID-19) memasuki babak final. Asisten satu bidang pemerintahan dan kesejahteraan rakyat Drs. H. Akhmad Najib S.H M.Hum, bertindak selaku penerima mandat Gubernur Sumsel H Herman Deru untuk mengetuai urusan pemberian stimulan Uang Kuliah Tunggal (UKT), menggelar rapat finalisasi verifikasi dan validasi di Kantor Dinas Pendidikan Sumsel. Rabu (8/7/2020) Sore.

Adapun yang menjadi kontituen rapatter diri dari perwakilan Perguruan Tinggi Negri/Swasta (PTN-PTS) Sumsel, L2 Dikti Wilayah 2, dan Mahasiswa. Selain itu juga menyertakan Kepala Dinas Pendidikan Sumsel, Kepala Dinas Sosial Sumsel, Kepala BPKAD Sumsel, Kepala Biro Hukum dan Ham, TGUPP Bidang Pemerintahan dan TGUPP Bidang Pendidikan.

Akhmad Najib, agenda utama tentang verifikasi dan validasi data-data Mahasiswa di tujukan untuk memperoleh komitmen dari PTN-PTS terhadap data-data Mahasiswa yang diajukan. Diamenghimbau jangan sampai kedepan ada pihak yang merasa terintimidasi atau dirugikan. ”Komitmen supaya keputusan yang diambil berdasarkan kesepakatan bersama,” harapnya.

Kepala Biro Hukum Sumsel Syahrul telah memaparkan pada 11 Juni 2020 telah mengirimkan surat kepada Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) perihal disposisi perintah Gubernur (Pergub), untuk memperoleh kepastian hukum dana stimulan UKT. Dana yang disiapkan diambil dari APBD 2020, yang tergolong dalam Bantuan Dana tak Terduga (DTG). Apa yang di sampaikan Syahrul di pertegaskan oleh Akhmad Najib, Dia berharap walaupun dana tak terduga bukan berarti tidak terencana, jadi jangan main-main. Terkait besaran dana stimulan, sebanyak Rp 8 Miliar yang bisa di siapkan dari APBD. “Maka dari itu selagi menunggu disposisi Menteri, pastikan data mahasiswa tervalidasi dan final,” tambah KetuaUrusan UKT Stimulan Gubernur.

Rp 8 Miliar itulah yang akan di distribusikan ke PTN-PTS yang telah mengajukan. Antara lain terdiri dari Universitas Sriwijaya berjumlah sebanyak 1626 orang membutuhkan bantuan stimulan akibat terdampak langsung COVID-19, UIN Raden Fatah sebanyak 5671 orang, Politeknik Sriwijaya sebanyak 402 terverifikasi. Ketua L2Dikti Wilayah 2 Nuril yang membidangi PTS menyebutkan angka keseluruhan sebanyak 6 ribu orang.

Mahasiswa penerima dana stimulan dari Gubernur kemungkinan tidak mendapatkan jaminan dana pendidikan dari program Kartu Indonesia Pintar (KIP) dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud).

Mendengar anggapan tersebut sontak mendapatkan tanggapan dari mahasiswa peserta rapat perwakilan Mahasiswa Se-Sumsel. Mahasiswa berharap data yang sudah masuk untuk dapat di proses dengan segera. Jangan mencampur adukkan antara bantuan stimulan dari Gubernur dan program KIP Kemendikbud.

“Ditelisik dari substansinya jelas berbeda antar abantuan dari Gubernur tersebut dengan dana program KIP. Makna stimulan itu sementara dan program KIP tersebut pasti dan berkelanjutan di setiap semester dengan besaranRp 2,4 Juta. Kami berharap jangan membuat framing bahwa mahasiswa yang nanti akan menerima dana stimulan Gubernur tidak dapat menerima dana KIP Dari Kemendikbud,” UngkapMeivo yang merupakan salah satu perwakilan mahasiswa Se-Sumsel asal FakultasHukumUnsri di hadapan peserta rapat lainnya.

Akhmad Najib mendukung inisiasi mahasiswa tersebut. Segera lakukan percepatan finalisasi validasi data-data mahasiswa penerima stimulan UKT. “Mohon kiranya dapat segera finalisasi data, jangan sampai harus ada mahasiswa yang terkena Drop Out (DO) karna tidak mampu bayar kuliah. Terutama akan mencoreng nama baik daerah,” tutupnya pada rapat tersebut.(mg1/bima)

Komentar

Berita Lainnya