oleh

Pembakar Mantan Pacar Menyerahkan Diri

-Hukum-158 views

Sekayu – Kobaran api cemburu ditambah rasa sakit hati membuat Isnen alias Senen  (23) bertindak nekat. Warga Jalan Inpres, Kelurahan Serasan Jaya, Kecanatan Sekayu, Kabupaten Musi Banyuasin ini menyiramkan bensin lalu membakar mantan kekasihnya sendiri Irma Fitriani (22) warga Desa Kasmaran, Kecamatan Babat Toman, Muba.

Irma sendiri kini menjalani perawatan intensif di RSUD Sekayu, dia mengalami luka bakar serius di sekujur tubuhnya hingga 60 persen. Sedangkan Isnen jadi pesakitan setelah menyerahkan diri ke Polres Muba.

Bagaimana ceritanya?tragedi itu berawal ketika Rabu (10/7) sekitar pukul 09.45 WIB korban yang tengah bekerja di sebuah toko Baby Shop di LK II Kelurahan Babat, Kecamatan Babat Toman lago menyapi dan bersih-bersih toko. “Kemudian dia datang tanpa ngomong dan langsung menyiramkan bensin, lalu melempar korek kayu yang sudah menyala ke Irma,” ujar Umriah, bibi korban ditemui di IGD RSUD Sekayu.

Tubuh korban langsung terbakar, dia kemudian lari keluar ke jalan meminta pertolongan. “Bajunya terbakar semua bahkan gak pake baju lagi, kemudian dibantu warga dipadamkan kemudian ditutup pake spanduk tubuhnya,” tandasnya.

Umriah menuturkan tindakan Isnen karena keponakannya menolak balikan lagi dengan tersangka. “Dia meneror terus tapi ke hape Irma kadang ke hape ibunya,” tuturnya.

Sekitar pukul 20.00 WIB, Isnen menyerahkan diri ke Mapolres Muba dengan diantar keluarganya. “Kasusnya tetap ditangani Polsek Babat Toman, tapi dititipkan di Tahanan Polres demi alasan keselamatan,” ujar Kasat Reskrim Polres Muba AKP Deli Haris SH MH.

Deli menjelaskan bahwa tersangka sakit hati karena permintaannya untuk berpacaran kembali ditolak korban. Keduanya kata Deli dulu bertetangga, di desa Kasmaran, Kecamatan Babat Toman kemudian dua tahun terakhir tersangka pindah ke Sekayu dan bekerja di salah satu fotokopi di kota Adipura tersebut.

“Mereka sudah pacaran lama sekitar 7 tahun, kemudian putus. Tersangka tambah sakit hati saat melihat korban

memasang foto DP di WA bersama calon tunangan atau pacar baru-nya,” jelas Deli.

Deli menjelaskan bensin yang dibawa tersangka berasal dari tanki motor milik tersangka yang disedot sendiri. Lalu se-sampai di lokasi langsung dilemparkan kepada korban yang sedang bekerja di toko Baby Shop, “Tersangka dijerat dengan Pasal 351 Ayat 2 KUHP yakni penganiayaan berat dengan ancaman di atas lima tahun penjara,” tegas dia.

Kapolsek Babat Toman AKP Ali Rojikin melalui Kanit Reskrim Ipda Joharmen menambahkan bahwa korban belum bisa diambil keterangannya karena masih di ICU. “Kalau ngakunya dengan kita, dia sempat melihat ada foto pria lain di hape korban, tersangka ini cuma sekali pacaran dengan korban itulah, jadi agak tidak terima diputus,” tandasnya. (Kur)

 

Komentar

Berita Lainnya