oleh

Pembangunan Jalan Telan Dana Rp 3,5 Miliar

PALEMBANG – Mempermudah akses ke Pemakaman Yayasan Budhi Dharma, di Jl Sungai Rengit Kecamatan Talang Kelapa Kabupaten Banyuasin dengan panjang 3,8 km berhasil diselesaikan dalam waktu sekitar 34 hari. Adapun total biaya yang dihabiskan mencapai Rp 3,5 miliar, yang merupakan donasi dari Paguyuban Anxi Sumsel dan juga donatur. Bahkan peresmian jalan ini sendiri dilakukan oleh Kapolda Sumsel Irjen Pol Prof Eko Indra Heri, kemarin.

“Awalnya saya pesimis pembangunan jalan ini tepat waktu. Apalagi jaraknya mencapai 3,8 km. Namun demikian, ini di luar ekspektasi kita, bahkan selesai lebih cepat dari target pengerjaan 40 hari. Sebab ini selesai hanya 34 harian saja. Dimana pembangunan jalan ini sendiri, bentuk keprihatinan kita atas kondisi yang ada. Terlebih lagi, saat perayaan Cheng Beng, kondisinya kala itu sangat rusak dan sulit untuk dilalui oleh peziarah. Inilah yang membuat kita dan pengurus untuk memperbaiki jalan ini,” ungkap Ketua Pembangunan Jalan, Sukardi dibincangi awak media, Selasa (1/12) sore.

Adapun untuk dana pembangunannya sendiri, diakuinya berasal dari donatur yang tergabung dalam Paguyuban Anxi Sumsel maupun pengusaha yang ada di wilayah Sumsel terlebih khusus Kabupaten Banyuasin. Dari pertama bangun, dana yang dihabiskan capai Rp 3,5 miliar.

“Awalnya kita dibantu dana pembangunan Rp 50 juta. Akan tetapi, di tengah jalan jumlahnya terus melejit hingga mencapai Rp 3,5 miliar dan ini hasilnya sudah bisa dinikmati semua masyarakat,” ulasnya diamini Ketua Paguyuban Anxi, Sukartak.

Ketua Yayasan Budhi Sharma, Roni mengatakan, pembangunan jalan ini tidak hanya untuk kepentingan pihak yayasan semata. Namun juga untuk semua masyarakat yang ada di sekitar yayasan juga bisa memanfaatkannya. Yang tidak kalah penting lagi, dengan jalan yang ada saat ini, para peziarah yang datang juga akan lancar.

“Hal ini kita berikan untuk masyarakat juga. Sehingga akses warga semakin lebih cepat dan warga yang berziarah juga lancar,” tegasnya.
Kapolda Sumsel, Irjen Pol Prof Eko Indra Heri menjelaskan, pembangunan jalan ini tidak hanya sebagai bukti dari kepedulian masyarakat atau pengurus yayasan semata, namun juga nantinya untuk kepentingan semua masyarakat terutama yang berdomisili di sekitar jalan dimaksud. Namun demikian, dia juga berharap agar ini berlanjut tidak hanya ini saja tapi juga tempat lainnya juga.

“Kalau kita bergerak bersama tanpa memikirkan perbedaan suku, agama, ras dan antar golongan (SARA), saya yakin pembangunan akan semakin cepat dan merata. Untuk itu, saya juga berharap agar jalan yang sudah baik ini bisa dirawat dan dimanfaatkan baik oleh semuanya. Semoga ke depannya, makin banyak jalan lagi yang dibantu untuk segera diperbaiki,” tandasnya. (AFI)

Sukardi, Ketua Panitia Pembangunan Jalan Sungai Rengit

3,8 km dengan anggaran 3,5 niat. Waktu pengerjaan 34 hari dari target 40 hari. Sudah aman dan dilewati untuk kapanpun. Awal mula keprihatinan kami jalan menuju ke pemakaman yang rusaknparah. Setiap tahun peziarah saat Cheng beng bisa ribuan orang. Ini secara swadaya dan mandiri. Bentuk kepedulian sangat tinggi dari donasi, ketua anxi, sukartak dan lain-lain.

Ketua Yayasan Budi dharma, Roni

Jalan ini bukti masih ada cinta kasih dan Budi dharma. Ini visi yang awalnya sangat berat dan lama terwujud, ternyata terbalik malah cepat dan juga ringan. Partisipasi untuk pembangunan dan donasi tinggi. Harapan kami yang berziarah Cheng neng ke peristirahatan terakhir dapat lancar.

Kapolda, yang meninggal covid hingga saat ini mencapai 500 orang. Saya sejak kecil saya sering main. Terima aksih yang sudah dapat bantuan yang setengah jalan tol. Ini bukti kebersamaan sebagai bagian tali kasih tanpa memikirkan perbedaan agama. Melihat kebersamaan seperti itu, mudah2an busa banyak lagi yang bisa dibantu. Akhir kata semua bantuan ini dapat bermanfaat bagi semuanya. (AFI)

Komentar

Berita Lainnya