oleh

Pembuktian Mauricio Pochettino

SUMEKS.CO – Biasanya, Trophee des Champions mengawali musim kompetisi baru di Prancis. Itu sekaligus menjadi laga debut bagi pelatih baru.

Dan, Mauricio Pochettino beruntung Trophee des Champions tidak menjadi laga debutnya sebagai entraineur Paris Saint-Germain (PSG).

Sebab, startnya bersama PSG hanya berakhir seri 1-1 kontra AS Saint-Etienne dalam journee ke-18 Ligue 1 (7/1). Trophee des Champions yang diperebutkan melawan Olympique Marseille (OM) di Stade Bollaert-Delelis dini hari nanti (14/1) terjadi dalam laga ketiga Poche bersama PSG.

Atau setelah kemenangan meyakinkan 3-0 Marquinhos dkk atas Stade Brestois akhir pekan lalu (10/1). ”Saya pernah memenangkan gelar di klub ini (sebagai pemain di Piala Intertoto 2001, Red) dan kesempatan itu datang lagi (setelah dua dekade, Red),” kata Poche kepada The Independent.

Hanya, memenangi gelar sebagai pelatih adalah hal langka bagi Poche. Pelatih berkebangsaan Argentina itu tidak pernah bisa melakukannya, termasuk saat menangani Tottenham Hotspur (2014–2019). Capaian terbaiknya bersama Spurs adalah runner-up di Liga Champions (2018–2019) dan Piala Liga (2014–2015).

Beban Poche makin bertambah karena PSG selalu memenangi Trophee des Champions dalam tujuh edisi terakhir. Ditambah OM adalah rival klasik dan Les Parisiens kalah dalam Le Classique musim ini. Yaitu, ketika PSG takluk 0-1 di kandang sendiri, Parc des Princes, dalam journee kedua (14/9). Laga yang diwarnai dengan lima kartu merah!

Kepada L’Equipe, entraineur OM Andre Villas-Boas percaya bahwa Le Classique yang sarat dengan gengsi dan prestise bakal membuat anak asuhnya menampilkan performa terbaik lagi. OM memang sedang jeblok belakangan ini seiring hanya menang sekali dalam lima laga terakhirnya di Ligue 1.

’’Kami ingin merengkuh juara (Trophee des Champions, Red) demi fans yang telah kami kecewakan dalam sebulan terakhir,’’ kata pelatih yang biasa disebut AVB tersebut.(jawapos.com)

Komentar

Berita Lainnya