oleh

Pembunuh Mimi eks Nusakambangan

MUARA ENIM – Kasus perampokan, pemerkosaan disertai pembunuhan terhadap Fatmi Rohanayanti (20), pada Kamis (31/1). menemui titik terang. Polisi sudah mengamankan pelakunya, Sairun (40). Warga Desa Suban Baru, Kecamatan Kelekar, Kabupaten Muara Enim. Dia diamankan tim gabungan Unit Reskrim Polsek Gelumbang. Dan Satreskrim Polres Muara Enim, Jumat (1/2) pagi. Dia juga merupakan residivis kasus yang sama dan eks Nusakambangan. . Pemerkosaan disertai pembunuhan pada 2007 silam.

“Orang Kecamatan Kelekar. Residivis kasus yang sama,” ujar Kapolres Muara Enim, AKBP Afner Juwono.

Itu dikatakannya didampingi Kapolsek Gelumbang AKP Indrowono. Saat menyaksikan tim dari Subbid Kimbiofor (Kimia Biologi Forensik) Lab Forensik Polri Cabang Palembang, melakukan Olah TKP ulang. “Sementara barang bukti yang sudah kami sita. Berupa pakaian korban dan bercak sperma yang menempel di tubuh korban,” ujar Afner, dibincangi di TKP.

Olah TKP lanjutan ini, untuk mencari barang bukti lainnya. “Bersama tim labfor, mencari BB baru berupa rambut atau darah pelaku.,” aku Afner. Selain itu, pihaknya juga masih mendalami hasil pemeriksaan Puskesmas Gelumbang. Dan visum luar dari RSUD Prabumulih. Sedangkan untuk sepeda motor korban, masih dilakukan pencarian. Motor Honda Beat warna putih hijau nopol BG 3745 KAE itu, belum ditemukan. “Masih dilakukan upaya pencarian di sekitar wilayah Kota Prabumulih,” sebut Afner.

Salah seorang warga yang enggan disebutkan namanya, membenarkan. Ada seorang saksi yang diamankan polisi. Dia warga Desa Suban, Kecamatan Kelekar. “Dia diamankan pagi tadi (kemarin), saat hendak nakok (sadap karet). Mungkin mau menghilangkan jejak. Soalnya kalau memang benar pelakunya orang itu. Dia pernah melakukan hal yang sama pada tahun 2007. Tapi bukan di sini (Kelekar, red),” tukasnya.

Diketahui, tempat kejadian perkara (TKP) pembunuhan Fatmi Rohanayanti alias Mimi. . Merupakan kebun karet yang sudah tua dan lama tidak disadap lagi. Milik kepala desa (kades) Suban. Lokasinya di Desa Suban Baru, Kecamatan Kelekar, Kabupaten Muara Enim. Lokasi penemuan mayat korban, masuk sekitar 50 meter dari pinggir jalan. Berupa semak-semak dan ditumbuhi pohon hama yang meninggi. Sementara kebun karet milik orang tua korban, berjarak sekitar 200 meter dari jalan kecamatan.

Terpisah, Kasubbid Kimbiofor Lab Forensik Polri Cabang Palembang AKBP M Fauzi Hidayat, mengatakan. Anggotanya masih berada di Gelumbang. Melakukan olah TKP dan mencari barang bukti. “Anggota masih di Polsek Gelumbang. Masih asistensi dulu, mana barang bukti yang akan diperiksakan di labfor,” ujarnya.

Hanya saja, pihaknya tidak bisa barang bukti apa saja yang ditemukan dan akan dibawa. Yang jelas, kata dia, barang bukti yang mereka bawa. Seperti yang sudah dikatakan penyidik. “Kami memeriksakan barang bukti dan pembanding dari terduga pelaku. Kami sifatnya mem-back up penyidik. Penyidik yang berhak memberikan keterangan. Tadi di sana ada dari polsek, polres, polda,” pungkasnya.

Diketahui, untuk mengungkap kasus ini. Unit Reskrim Polsek Gelumbang di-back up Satreskrim Polres Muara Enim. Termasuk Kapolda Sumsel Irjen Pol Zulkarnain Adinegara. Mengerahkan Unit 3 Subdit 3/Jatanras Polda Sumsel dipimpin Kompol Junaidi SH. “Petunjuk sudah kuat, tinggal menunggu bukti-bukti,” ujar sumber koran ini.

Nah, tadi malam, pihak kepolisian berencana menggelar perkara kasus tersebut di Mapolsek Gelumbang. Namun, warga ramai mendatangi mapolsek. Bahkan, warga dari desa korban, Desa Menanti, menyambangi. Dan merusak rumah terduga Srn di Desa Suban Baru.  Rumah permanen yang dihuni Srn dan orang tuanya, dirusak. Bahkan dan sebagian rumah kayu yang dibakar. “Kami masih fokus menenangkan warga,”singkat Kapolsek Gelumbang AKP Indrowono.

Sebelumnya, Kabag Ops Polres Prabumulih Kompol Irwan Andeta, menambahkan. Jenazah korban memang tidak diautopsi atas permintaan keluarganya. Pelakunya? “Masih diselidiki. Insya Allah pelakunya bisa tertangkap dalam waktu dekat. Kami sudah ada sedikit gambarannya,” bebernya.

Terpisah, Kepala Biro Administrasi Akademik, Kemahasiswaan dan Kerja Sama (AAKK) UIN Raden Fatah Palembang, Mirwan Pasta SAg MSi membenarkan. Bahwa Fatmi Rohanayati bestatus mahasiswa UIN Raden Fatah Palembang.

“Setelah kami cek ternyata benar dia (almarhumah Fatmi Rohanayanti, red). Tercatat mahasiswi Fakultas Syariah dan Hukum, Jurusan Akhwal Al-Syakhsiyyah. Atau Hukum Keluarga Islam, semester 3,” katanya. Dia mewakili institusi menyampaikan belasungkawa yang sedalam-dalamnya. “Semoga pelaku cepat tertangkap. Dan diproses hukum yang setimpal,” ujarnya. (chy/way/air/cj17/ce1)

Komentar

Berita Lainnya