oleh

Pembunuh Robert dan Anang Gondrong Terus Dikejar!

PRABUMULIH – Polres Prabumulih terus melakukan penyelidikan dan pendalaman kasus pembunuhan yang menewaskan Junaidi alias Robert (65) dan Amin alias Anang Gondrong (45).

TKP-nya di Jalan Nias, Kelurahan Gunung Ibul, Kecamatan Prabumulih Timur, Selasa (19/5) lalu.

Kapolres Prabumulih AKBP I Wayan Sudarmaya melalui Kapolsek Prabumulih Timur Kompol Alhadi Ajansyah didampingi Kanit Reskrim Ipda Fredy, hari ini (22/5) menyebutkan tiga pelaku masih terus diburu.

Ketiga pelaku, yaitu Randy alias Giduk (26) yang beralamat di Jalan Arimbi Kelurahan Mangga Besar Kecamatan Prabumulih Barat Kota Prabumulih.

Sedangkan dua lagi, adalah kakak pelaku Giduk yakni Rusman alias Surang dan adiknya Akip. “Saat ini masih dalam penyelidikan keberadaan para pelaku,” tegasnya.

Ditambahkan Kasat Reskrim Polres Prabumulih, AKP Abdul Rahman proses penyelidikan pihaknya di TKP dan keterangan saksi, masih ada beberapa hal yang perlu pendalaman.

“Sekarang yang kami dapat itu permasalahan utama diantara mereka adalah masalah, karena istri muda korban Robert ada hubungan spesial dengan pelaku Randy alias Kiduk yang sudah lama diketahui korban,” jelasnya.

Lebih lanjut dikatakan Rahman. Pada hari itu didapat kabar bahwa istri alm Robert yang bernama Rebecca berada di Jalan Nias bersama tersangka Randy alias Kiduk.

Kemudian Robert mengajak korban Anang kesana (TKP, red). “Setelah sampai disana ada terjadi cekcok mulut Randy dan Robert dan terjadi pemukulan.

Kemudian tersangka Randy menghubungi kakaknya Rusman alias Surang dan adiknya Akip yang sedang ada di rumahnya. Lantas keduanya membawa parang dan menemui Randy alias Kiduk di jalan Nias.

Setelah mereka bergabung, Randy menyampaikan yang memukul itu Robert dan Anang yang masih ada di TKP.  Setelah mereka sampai langsung melakukan pengeroyokan terhadap korban dan kedua korban mengalami luka bacok dan beberapa luka tusukan.

“Saat ini ketiga pelaku identitasnya sudah didapatkan, tinggal melakukan pengejaran. Kuat dugaan, pembunuhan itu dilatari motif cemburu. Namun kita tetap lakukan pengembangan dan penyelidikan,” tukasnya. (chy)

Komentar

Berita Lainnya