oleh

Pembunuhan di Taman Indah Maskarebet, Ortu Korban Minta Pelaku Dihukum Berat!

PALEMBANG Polisi bergerak cepat menyidik kasus pembunuhan di malam takbiran, yang tersangkanya masih di bawah umur, berinisial MT (16). Kemarin, penyidik Satreskrim menggelar rekonstruksi di halaman Mapolrestabes Palembang.

Dari 20 adegan yang diperankan tersangka MT, tergambar bagaimana pembunuhan yang terjadi Sabtu (23/5), sekitar pukul 21.30 WIB, di Taman Indah Maskarebet, Kecamatan AAL, Palembang. Berawal tersangka MT bertemu korban Karles Pratama Putra (18), dan teman-temannya di Taman Indah Maskarebet.

Lalu tersangka berkelahi dengan teman korban, sehingga korban berniat melerainya. Setelah dilerai korban, tersangka pulang ke rumahnya, di Jl Rama Raya, mengambil pisau. Tersangka datang lagi ke taman, menghunuskan pisaunya dan mengancam korban, tidak senang jika dilerai.

Tersangka lalu pergi. Namun giliran korban yang jadi kesal dengan tersangka, lalu dia mengambil kayu di sekitar lokasi kejadian. Tersangka kembali emosi, balik menghampiri korban lagi.

Langsung hendak menusuk korban, tapi ditangkis hingga tangan korban terluka. Namun korban yang merupakan warga Jl Maju Bersama, RT 89, tak tertolong lagi.

Besok malamnya, Minggu (24/5), tersangka MT dicokok di rumah saudaranya di Km 14, oleh gabunganTim Tiger dan Unit Tekab 134 Sat Reskrim Polrestabes Palembang dan Unit Reskrim Polsekta Sukarami.

” Rekonstruksi ini sendiri untuk melengkapi berkas acara pemeriksaan terhadap tersangka. Atas perbuatannya, pelaku ini dijerat dalam pasal 351 ayat 3 Jo pasal 340 KUHP tentang pembunuhan berencana. Ini merupakan pelaku tunggal, korban tewas setelah ditusuk oleh tersangka menggunakan pisau,” jelas Kasat Reskrim Polrestabes Palembang, AKBP Nuryono di sela-sela rekonstruksi, Jumat (29/5).

“Motifnya, pelaku tidak terima saat dipisah oleh korban ini sempat memukul pelaku,” tambah Kasat Reskrim.

Sementara itu, ayah korban, M Lakoni meminta ke pihak terkait untuk memproses tersambka dan bisa dihukum seberat-beratnya. Selain itu, antara tersangka dan korban tidak saling mengenal. “Kami ngin melihat secara langsung pelakunya. Harapan kami dari pihak keluarga, agar tersangka dapat dihukum seberat-beratnya,” tukasnya. (afi/air)

Komentar

Berita Lainnya