oleh

Pemda Lepas 14 Warga Korban Pemasungan di Muratara

MURATARA-Pemerintah Kabupaten Muratara, resmi melepas 14 warga yang menjadi korban pemasungan. Untuk rehabilitasi ke Palembang dan Provinsi Bengkulu. Pemerintah Daerah menegaskan. Tradisi yang berkembang di masyarakat menjadikan korban pemasungan di wilayah Muratara cukup meningkat.

Wakil Bupati Muratara, H Devi Suhartoni yang menyerahkan 14 warga yang menjadi korban pemasungan di wilayah Muratara mengatakan. Program bebas pasung merupakan gerakan yang dilakukan secara nasional oleh Pemerintah.
“Kita sangat menyambut baik program yang telah di gulirkan itu. Sehingga penanganan warga yang alami mentaliti problem bisa mendapat penanganan secara maksimal,” katanya. Saat melepaskan warga yang menjadi korban pemasungan di Desa Remban, Kecamatan Rawas Ulu Kabupaten Muratara, hari ini (19/2).

‎Dia mengatakan, korban pemasungan yang cukup banyak di dapati di wilayah Kabupaten Muratara. Akibat ketidak mampuan warga dalam menangani korban mentaliti problem. “Warga memanfaatkan cara tradisional. Untuk mengatasi orang alami gangguan jiwa yang dianggap sudah parah. Jika mereka dilepas, bisa membahayakan jiwa warga yang lain. Sering melakukan perusakan dan lainnya,” ungkapnya.

Minimnya fasilitas khusus seperti keberadaan rumah sakit jiwa. Juga dianggap salah satu faktor pemicu meningkatnya warga yang alami gangguan jiwa dipasung warga. Pihaknya berharap, dengan respon penuh dari Pemerintah Pusat, Provinsi dan Pemerintah Daerah. Tidak ada lagi korban pemasungan khususnya di wilayah Kabupaten Muratara.

“Mereka nanti akan dibawa ke rumah sakit di Palembang dan Bengkulu selama 14 hari untuk diobati. Selanjutnya akan diobeservasi sampai sembuh,” ungkapnya. (cj13)

Komentar

Berita Lainnya